Gresik – Pada hari Minggu, 26 Januari 2025, telah dilaksanakan kegiatan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik Kelompok 1. Kegiatan ini bertempat di Balai Desa Sawo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, dengan sasaran utama ibu-ibu PKK setempat.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada ibu-ibu PKK tentang cara membuat POC dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan, sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Selain itu, mengingat mayoritas masyarakat Desa Sawo berprofesi sebagai petani, keterlibatan ibu-ibu dalam pembuatan pupuk organik diharapkan dapat berkontribusi dalam mengembangkan keberlanjutan pendapatan desa.
Dengan demikian, ibu-ibu PKK bisa ikut serta dalam membantu produksi pupuk organik yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang. Hal ini karena pupuk organik memiliki manfaat yang lebih baik untuk kesuburan tanah serta ekosistem pertanian dalam jangka waktu panjang.
Kegiatan ini juga merupakan kontribusi nyata KKN dalam memajukan dan melestarikan salah satu hasil kekayaan Desa Sawo. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat setempat dapat lebih mandiri dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB, dibuka dengan sambutan dari Ketua KKN Kelompok 1 serta perwakilan Perangkat Desa Sawo. Selanjutnya, tim KKN memberikan pemaparan materi mengenai manfaat dan teknik pembuatan POC. Sesi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan.
Setelah sesi teori, peserta diajak untuk langsung praktik membuat POC, mulai dari menyiapkan bahan, proses fermentasi, hingga cara penggunaannya pada tanaman. Kegiatan ini berjalan lancar dan interaktif, di mana peserta sangat antusias dalam mencoba proses pembuatan pupuk tersebut.
Di akhir acara, dilakukan sesi diskusi dan evaluasi untuk memastikan pemahaman peserta. Beberapa peserta bahkan menyampaikan keinginan untuk menerapkan pembuatan POC secara mandiri di rumah mereka.
Dengan suksesnya kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu PKK dapat terus mengembangkan pembuatan POC dan menerapkannya dalam pertanian rumah tangga, sehingga dapat meningkatkan hasil panen sekaligus mengurangi dampak negatif dari penggunaan pupuk kimia.



