Cegah DBD, Pemdes Sekarkurung Gelar Fogging dan Sosialisasi Kebersihan Lingkungan

Petuga saat melakukan fogging penyebaran nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD),
Petuga saat melakukan fogging penyebaran nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD),

Gresik – Pemerintah Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melakukan aksi serentak fogging dan sosialisasi pentingnya menguras jamban serta mengosongkan genangan air di bak maupun kaleng bekas. Langkah ini sebagai antisipasi penyebaran nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD), terlebih saat curah hujan masih cukup tinggi.

Kegiatan dilakukan di wilayah Dusun Karangtanjung, tepatnya di Perumahan Green Hill RW 04. Aparatur desa ikut mengawal jalannya fogging dan secara aktif menyampaikan imbauan kepada warga agar tidak membiarkan genangan air terbuka di lingkungan sekitar.

“Kami mengawal kegiatan fogging sekaligus memberikan edukasi kepada warga agar segera mengeringkan bak dan kaleng bekas yang tergenang air, mengingat saat ini masih musim hujan,” ujar Eka, salah satu aparatur Desa Sekarkurung.

Eka menambahkan, fogging dan sosialisasi pengurasan jamban merupakan dua kegiatan yang berbeda, namun saling mendukung. Fogging bertujuan membasmi nyamuk dewasa, sedangkan sosialisasi mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga sanitasi lingkungan untuk mencegah berkembangbiaknya jentik nyamuk.

“Sebagai aparat desa, kami wajib mengingatkan warga untuk hidup sehat. Karena DBD tidak hanya menyerang anak-anak, tapi juga orang dewasa jika lingkungannya tidak bersih,” imbuhnya.

Sekretaris Desa Sekarkurung, Tutik, menyatakan bahwa kegiatan difokuskan pada wilayah-wilayah yang sebelumnya telah melaporkan adanya kasus DBD. Ini dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit lebih luas.

“Kami prioritaskan wilayah yang sudah ada korbannya. Informasi dari ketua RT, di Perumahan Alam Bukit Mas (ABM) ada empat anak yang terkena DBD, tiga sempat dirawat inap. Sementara di Perumahan Green Hill juga ada dua anak yang terkena, tapi semuanya kini sudah sehat,” jelas Tutik.

Ia menegaskan bahwa upaya ini tidak akan efektif tanpa peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Alhamdulillah semua sudah sembuh. Tapi kami imbau warga agar tetap waspada dan rajin membersihkan lingkungan, karena curah hujan masih ada dan potensi munculnya jentik nyamuk tetap tinggi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *