Pengurus Baru MUI Kecamatan Kebomas Resmi Dikukuhkan Masa Khidmah 2025–2030

Musyawarah Daerah (Musda) pada akhir Oktober 2025, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kebomas langsung bergerak cepat dengan menggelar prosesi pengukuhan pengurus masa khidmah 2025–2030. Pengukuhan dan ta’aruf tersebut berlangsung pada Rabu (26/11/2025)
Musyawarah Daerah (Musda) pada akhir Oktober 2025, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kebomas langsung bergerak cepat dengan menggelar prosesi pengukuhan pengurus masa khidmah 2025–2030. Pengukuhan dan ta’aruf tersebut berlangsung pada Rabu (26/11/2025)

Gresik – Setelah melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) pada akhir Oktober 2025, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kebomas langsung bergerak cepat dengan menggelar prosesi pengukuhan pengurus masa khidmah 2025–2030. Pengukuhan dan ta’aruf tersebut berlangsung pada Rabu (26/11/2025) di Aula Kantor MUI Kabupaten Gresik, dihadiri seluruh jajaran MUI Kebomas mulai dari dewan pertimbangan hingga pengurus harian.

Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pengurus MUI Kebomas dibacakan Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik, Makmun, M.Ag. Sementara prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib.

Ketua MUI Kebomas, KH. Muhsin Munhamir, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan di Kantor MUI Kabupaten Gresik merupakan upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara MUI Kecamatan dan MUI Kabupaten. Ia mengutip bait Alfiyah Ibn Malik sebagai penegasan pentingnya mendahulukan hubungan dengan MUI Gresik.

“Kulo matur nuwun sanget kepada seluruh pihak yang membantu. Kami mohon doa restu agar mampu menjalankan amanat dengan baik dan diberi panjang umur hingga menyelesaikan masa khidmah,” ujar Kiai Munhamir.

Camat Kebomas sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kebomas, Tri Joko Efendi, S.H., menyampaikan apresiasi atas dukungan MUI Kabupaten Gresik dalam fasilitasi kegiatan tersebut. Ia menilai para pengurus MUI Kebomas merupakan tokoh-tokoh aktif di masyarakat yang siap bersinergi dengan pemerintah kecamatan.

Lebih lanjut, Tri Joko menegaskan kesiapan Pemerintah Kecamatan Kebomas untuk berkolaborasi dengan MUI, yang pengurusnya terdiri dari para kiai sepuh dan tokoh muda.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, menekankan bahwa MUI bukan sekadar organisasi, tetapi lembaga dengan tanggung jawab besar menjaga kemurnian ajaran Islam serta memayungi umat dari penyimpangan.

“Semoga MUI Kebomas dapat menjalankan amanah sesuai program, serta menjadi mitra strategis pemerintah demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis,” ungkapnya.

Kiai Rofiq juga menggambarkan hubungan ulama dan umara sebagai dua sayap burung yang harus seimbang agar sebuah negeri dapat terbang tinggi. Ia berharap MUI Kebomas mampu menjadi pelita di tengah masyarakat dan menjauhkan potensi konflik internal.

“Jangan sampai terjadi Al Islamu mahjubun bil muslimin. Kami ingin MUI hadir sebagai penyejuk, penawar resah, dan penjaga ketenteraman masyarakat,” pesannya.

Selain jajaran pimpinan MUI Kabupaten Gresik, turut hadir Bendahara Umum H. Khoirul Anwar, S.H., Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko, Ketua MUI Kecamatan Gresik KH. Khoirul Anam Risah, Ketua MUI Kecamatan Manyar KH. Su’udi Wafa, serta para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Kebomas.

Acara pengukuhan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar pengurus MUI Kebomas periode 2025–2030 dapat menjalankan peran sebagai penjaga nilai-nilai keislaman sekaligus mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang damai dan religius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *