Jakarta – Pandemi Covid-19 memang telah berlalu, tetapi dampaknya masih dirasakan banyak keluarga Indonesia. Kehilangan pekerjaan, menurunnya pendapatan, hingga biaya hidup yang terus berjalan memaksa banyak orang mencari cara untuk bertahan sekaligus membangun kembali harapan.
Di balik berbagai tantangan tersebut, tersimpan kisah perjuangan masyarakat yang perlahan bangkit. Salah satunya datang dari Siti Zulfah (45), seorang ibu rumah tangga yang kini sukses menjalankan usaha nasi uduk, ayam geprek, dan kopi melalui Program UMiMAX (Ultra Mikro Pertamina Aksi).
Kesulitan ekonomi mulai menghampiri keluarganya ketika sang suami terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) saat pandemi Covid-19. Cobaan itu semakin berat ketika suaminya didiagnosis menderita penyakit paru-paru serius yang mengharuskannya menjalani dua kali operasi. Setelah menjalani pengobatan panjang, kondisi kesehatannya tak lagi memungkinkan untuk bekerja.
Sejak saat itu, Siti menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga yang terdiri dari lima orang.
Berbagai cara dilakukan demi mempertahankan kehidupan keluarganya. Ia rela meminjam uang, bahkan menggadaikan cincin terakhir yang dimilikinya agar anak-anaknya tetap dapat melanjutkan pendidikan.
“Masa paling berat terjadi sepanjang 2023 hingga 2024 karena saya harus fokus mendampingi suami berobat. Saat itu saya benar-benar sempat kehilangan harapan,” kenang Siti.
Titik balik kehidupan keluarganya datang pada 2025 ketika ia terpilih menjadi penerima Program UMiMAX.
Melalui bantuan gerobak usaha, peralatan, bahan baku, serta pendampingan bisnis, Siti kembali memulai usaha kuliner dari nol.
Perlahan namun pasti, usahanya berkembang. Kini omzet kotor yang diperoleh mencapai sekitar Rp6,08 juta setiap pekan.
Penghasilan tersebut tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, tetapi juga membantunya melunasi berbagai utang yang sempat menumpuk.
Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika berhasil menebus kembali cincin yang pernah digadaikan demi biaya sekolah anak-anak.
“Bagi saya, UMiMAX bukan hanya bantuan usaha. Ini adalah kesempatan untuk bangkit kembali ketika saya merasa sudah tidak punya jalan keluar,” ujarnya.
Harapan yang sama juga dirasakan Wiwik Utami (49), warga Pancoran, Jakarta Selatan.
Setelah suaminya terkena PHK hampir dua tahun lalu, kehidupan keluarganya bergantung pada penghasilan sebagai pengemudi ojek online yang tidak menentu.
Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan, keluarga mereka bahkan harus dibantu oleh anak yang sudah bekerja.
Kesempatan bangkit datang ketika Wiwik memperoleh bantuan usaha Warung Mie Instan melalui Program UMiMAX.
Pada awal menjalankan usaha, pendapatannya kurang dari Rp50 ribu per hari.
Namun berkat pendampingan serta ketekunan menjalankan usaha, jumlah pelanggan terus bertambah. Produk yang dijual pun semakin beragam.
Kini Wiwik memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu setiap minggu.
Nominal tersebut mungkin belum besar, tetapi cukup berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan mengurangi ketergantungannya kepada sang anak.
“Yang paling saya syukuri bukan hanya tambahan penghasilannya, tetapi sekarang saya bisa ikut membantu keluarga dan tidak lagi selalu bergantung kepada anak,” katanya.
Kisah Siti dan Wiwik menjadi gambaran nyata dampak Program UMiMAX yang diinisiasi Pertamina untuk membantu masyarakat rentan, khususnya korban PHK, pekerja informal, serta kelompok ekonomi lemah.
Program ini tidak hanya memberikan bantuan berupa sarana usaha, tetapi juga pendampingan dan pelatihan agar para penerima manfaat mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Hingga saat ini, sebanyak 168 mitra telah menerima dukungan melalui Program UMiMAX.
Total dana hibah yang telah disalurkan mencapai Rp1,17 miliar, menghasilkan omzet usaha sebesar Rp2,75 miliar dengan total laba usaha mencapai Rp858 juta.
Di balik angka-angka tersebut, terdapat kisah tentang keluarga yang kembali memperoleh penghasilan, orang tua yang dapat melanjutkan pendidikan anak-anaknya, hingga masyarakat yang menemukan kembali rasa percaya diri untuk menatap masa depan.
Bagi Siti maupun Wiwik, UMiMAX bukan sekadar program bantuan ekonomi.
Program ini menjadi jembatan yang menghubungkan mereka dari masa-masa sulit menuju kehidupan yang lebih mandiri dan penuh harapan.
Sebab pada akhirnya, makna membantu bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan menghadirkan kesempatan agar seseorang mampu kembali berdiri di atas kakinya sendiri.






