Presiden Direktur Freeport: Keselamatan Harus Jadi Gaya Hidup, Dimulai dari Rumah

Inspeksi Manajemen berlangsung di area Tambang Bawah Tanah DMLZ pada rangkaian pra acara BK3N 2026 pada 8 Desember 2025 lalu.
Inspeksi Manajemen berlangsung di area Tambang Bawah Tanah DMLZ pada rangkaian pra acara BK3N 2026 pada 8 Desember 2025 lalu.

Jakarta – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bukan sekadar kewajiban operasional, melainkan harus menjadi landasan utama dalam setiap aspek kehidupan karyawan. Penegasan tersebut disampaikan dalam pembukaan rangkaian Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) 2026 di Smelter PTFI, Gresik, Jawa Timur, Senin (12/1/2026).

Menurut Tony, peringatan BK3N menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan sebagai nilai utama di seluruh operasi PTFI.

“Peringatan BK3N 2026 bukan hanya menjalankan amanat nasional, tetapi juga cerminan komitmen kita untuk menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai landasan utama di setiap operasi PTFI,” ujar Tony Wenas.

Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan pilar utama dari nilai korporasi PTFI, SINCERE (Safety, Integrity, Commitment, Excellence, Respect). Keselamatan tidak hanya diterapkan di area kerja, tetapi juga harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seluruh karyawan.

“Safety starts from home. Keselamatan dimulai dari rumah dan dari diri kita sendiri. Bukan hanya di tempat kerja,” tegasnya.

Penegasan serupa juga disampaikan Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran, yang menyapa karyawan dari Kuala Kencana, Papua Tengah. Ia mengingatkan bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih penting daripada keselamatan.

“Sekecil apa pun pekerjaannya, tidak ada yang lebih penting dari keselamatan. Mari kita jadikan bulan K3 ini sebagai awal komitmen yang berlanjut sepanjang tahun,” ujarnya.

Rangkaian peringatan BK3N 2026 digelar serentak di tiga area kerja PTFI, yakni Tembagapura dan Kuala Kencana di Provinsi Papua Tengah, serta Smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur. Tahun ini, BK3N mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” dengan semangat “Bangkit Bersama, Kerja Selamat, Kerja Sehat”.

Selama satu bulan, berbagai kegiatan edukatif, kompetitif, dan partisipatif akan dilaksanakan. Kegiatan tersebut meliputi kampanye keselamatan di area kerja dan komunitas seperti sekolah dan kampus, kompetisi pertolongan pertama dan penggunaan Automated External Defibrillator (AED), tantangan manajemen risiko fatal, pelaporan dan inovasi keselamatan, lomba video keselamatan, serta kuis K3.

Selain itu, PTFI juga menggelar kegiatan virtual run sejauh 50 kilometer di Gresik dan 68 kilometer di Tembagapura serta Kuala Kencana yang berlangsung sepanjang peringatan BK3N.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PTFI mendorong peningkatan kompetensi, kesadaran, dan kepedulian seluruh insan perusahaan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja sebagai perusahaan pertambangan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Puncak peringatan BK3N 2026 di lingkungan PTFI akan digelar di Tembagapura pada 7 Februari 2026 dengan agenda bersih kota, safety games, simulasi pemadaman kebakaran, serta pertunjukan musik lokal. Sementara penutupan rangkaian BK3N secara keseluruhan dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026 di Kuala Kencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *