SIG Catat Tren Positif Kuartal I 2026, Laba Melonjak 88,7 Persen

Fasilitas pelabuhan SIG di Lhoknga, Aceh Besar.
Fasilitas pelabuhan SIG di Lhoknga, Aceh Besar.

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan tren kinerja positif pada kuartal I tahun 2026 di tengah tantangan industri semen domestik yang masih menghadapi overcapacity serta tekanan kenaikan harga akibat tensi geopolitik global.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan konsolidasian kuartal I 2026, SIG membukukan volume penjualan sebesar 8,71 juta ton dengan pendapatan mencapai Rp8,29 triliun. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp1,06 triliun dan laba sebelum pajak mencapai Rp156 miliar.

Adapun laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp80 miliar.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa strategi transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan berhasil menjaga pertumbuhan positif sejak kuartal IV 2025 dan berlanjut hingga kuartal I 2026.

“Transformasi bisnis yang dilakukan SIG berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja perusahaan,” ujar Vita Mahreyni.

Sepanjang kuartal I 2026, volume penjualan SIG meningkat 1,7 persen secara year on year (yoy) menjadi 8,71 juta ton dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,57 juta ton.

Kenaikan tersebut ditopang oleh penjualan domestik yang tumbuh 5,4 persen yoy, terutama dari segmen semen kantong yang melonjak signifikan sebesar 11 persen yoy. Pertumbuhan itu bahkan melampaui permintaan semen kantong nasional yang naik 7 persen.

Sementara itu, penjualan regional tercatat mengalami kontraksi sebesar 8 persen yoy.

Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan meningkat 8,6 persen yoy seiring kenaikan volume penjualan dan dampak naiknya harga bahan bakar serta energi. Di saat yang sama, biaya operasional juga naik sebesar 9 persen yoy.

Namun demikian, SIG berhasil menjaga efisiensi keuangan dengan mencatat penurunan biaya keuangan bersih sebesar 35,4 persen yoy.

“Kami berhasil menjaga tren kinerja positif pada kuartal I tahun 2026 berkat disiplin menjalankan transformasi bisnis. Selain kinerja penjualan yang meningkat, pendapatan juga naik 8,3 persen disertai kenaikan laba sebesar 88,7 persen,” jelas Vita.

Menurutnya, capaian tersebut semakin memperkuat keyakinan perusahaan bahwa langkah transformasi yang ditempuh berada di jalur yang tepat.

Selain fokus pada pasar domestik, SIG juga memperkuat strategi ekspor. Melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur.

Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.

“Ekspor akan menjadi segmen penting tidak hanya untuk menyiasati overcapacity industri domestik, tetapi juga meningkatkan utilitas dan mendukung pertumbuhan kinerja yang stabil,” terang Vita.

Ia menambahkan, rampungnya proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban menjadi tonggak penting bagi SIG untuk meningkatkan volume ekspor semen dengan margin yang lebih besar, tidak hanya ke Amerika Serikat tetapi juga ke berbagai negara lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *