Bandung – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) resmi menghadirkan kembali Semen Kujang, merek legendaris yang pernah menjadi ikon industri semen di Jawa Barat. Peluncuran kembali produk yang lahir pada 1975 ini menjadi bagian dari strategi SIG memperkuat penetrasi pasar di Jawa Barat melalui perpaduan nilai local heritage dengan inovasi teknologi produk.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan Semen Kujang bukan sekadar merek lama yang dihidupkan kembali, melainkan simbol sejarah pembangunan Jawa Barat yang kini hadir dengan kualitas premium dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi masa kini.
“Semen Kujang merupakan local heritage yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Jawa Barat. Peluncuran kembali Semen Kujang juga sejalan dengan strategi transformasi SIG untuk terus menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat serta memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional,” ujar Indrieffouny Indra dalam konferensi pers peluncuran Semen Kujang di Bandung, Rabu (5/8).
Semen Kujang memiliki sejarah panjang di industri semen nasional. Produk ini pertama kali diproduksi PT Semen Cibinong yang didirikan pada 1971 oleh PT Semen Gresik (Persero) bersama Gypsum Carrier dan Bamerical International Financial Corporation. Pabrik di Narogong, Jawa Barat, mulai dibangun pada 1973 dan diresmikan Presiden Soeharto pada 1975 dengan kapasitas produksi awal 600 ribu ton per tahun.
Dua tahun kemudian, tepatnya Agustus 1977, PT Semen Cibinong mencatatkan sejarah sebagai perusahaan pertama yang melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) setelah pasar modal Indonesia kembali diaktifkan.
Kini, Semen Kujang diproduksi oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong. Produk ini merupakan semen tipe Portland Composite Cement (PCC) yang telah memenuhi standar SNI 7064:2022.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menjelaskan Semen Kujang dibekali teknologi Active Micro Particle, yakni inovasi butiran mikro yang mampu mengisi rongga material secara lebih optimal sehingga menghasilkan struktur bangunan yang lebih padat, kuat, dan tahan lama.
Menurutnya, teknologi tersebut memberikan tiga keunggulan utama, yakni daya rekat yang lebih kuat, hasil finishing yang lebih halus, serta kualitas pengecoran yang lebih padat.
“Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki kualitas premium, tetapi juga membawa kembali kebanggaan masyarakat Jawa Barat terhadap merek yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan daerah ini,” kata Dicky Saelan.
Pada kesempatan yang sama, SIG juga mengumumkan kemitraan strategis antara Semen Kujang dan PERSIB Bandung. Dalam kerja sama tersebut, logo Semen Kujang akan tampil pada jersey resmi PERSIB selama tiga musim sebagai simbol kolaborasi dua ikon yang memiliki sejarah dan kedekatan kuat dengan masyarakat Jawa Barat.
Selain menjadi sponsor resmi, SIG akan menjalankan berbagai program aktivasi merek, kegiatan komunitas, serta inisiatif kolaboratif bersama PERSIB untuk semakin mendekatkan Semen Kujang kepada masyarakat Jawa Barat.
“PERSIB telah menjadi simbol kebanggaan masyarakat Jawa Barat melalui berbagai prestasi yang menginspirasi. Karena itu, kami bangga dapat menjalin kemitraan strategis bersama PERSIB. Kami berharap Semen Kujang kembali menjadi bagian dari setiap proses pembangunan masyarakat sekaligus menghadirkan nilai tambah melalui kolaborasi ini,” ujar Dicky.
Sementara itu, Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, PERSIB dan Semen Kujang memiliki kesamaan semangat karena sama-sama tumbuh bersama masyarakat Jawa Barat.
“Kami menyambut baik kepercayaan SIG untuk menjalin kemitraan strategis bersama PERSIB selama tiga musim ke depan. Kemitraan ini kami harapkan tidak hanya memperkuat kedua merek, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk terus bangga terhadap karya anak bangsa serta bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan Jawa Barat,” ujar Adhitia.






