Gresik – Postur tubuh yang relatif mungil tak menghalangi Kowianto menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan hijau. Kepala Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, itu justru tampil menonjol saat memperkuat skuad Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Gresik pada ajang PKDI Cup II 2026.
Bermain sebagai bek, Kowianto tampil dengan mengandalkan kelincahan, ketangguhan, serta semangat pantang menyerah. Perawakannya yang tidak terlalu besar untuk ukuran pemain bertahan justru menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam setiap pertandingan.
Kowianto kerap mencuri perhatian penonton melalui kemampuannya membaca permainan. Ia mampu memotong aliran serangan lawan sekaligus menjadi pemain pertama yang membangun serangan balik bagi timnya.
Saat menguasai bola, Kowianto juga menunjukkan kemampuan dribbling dan kontrol yang cukup baik. Pergerakannya membuat lini pertahanan PKDI Gresik tetap solid sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk membangun serangan.
Di balik penampilan impresifnya bersama PKDI Gresik, kecintaan Kowianto terhadap sepak bola ternyata bukan hal baru.
Ia mengaku sudah aktif bermain sepak bola sejak masih muda di tingkat desa. Kesempatan memperkuat PKDI Gresik menjadi momentum baginya untuk kembali menunjukkan kemampuan di lapangan.
“Dulu semasa masih muda, saya memang aktif bermain sepak bola di tingkat desa. Sekarang, momen ini saya buktikan kembali dengan ikut memperkuat tim PKDI Gresik di posisi bek. Alhamdulillah, hasilnya sangat maksimal,” ujar Kowianto, Selasa (11/8/2026).
Kehadiran Kowianto di lini belakang PKDI Gresik tidak hanya berperan sebagai pemain yang bertugas menghentikan serangan lawan.
Ia juga aktif membantu membangun serangan dari lini pertahanan. Kemampuannya membawa bola dan mengalirkan umpan menjadi salah satu kekuatan yang membuat permainan PKDI Gresik lebih dinamis.
Semangat juangnya juga menjadi energi tambahan bagi rekan-rekan setim. Di tengah persaingan turnamen, Kowianto berusaha menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk menyerah sebelum bertanding.
Baginya, sepak bola bukan semata-mata soal postur tubuh. Kemauan untuk berlari, membaca permainan, bekerja sama, dan berjuang hingga peluit akhir menjadi modal penting untuk tampil maksimal.
“Semangat pantang menyerah ini membuktikan bahwa postur tubuh bukanlah halangan untuk tampil gemilang dan menjadi pilar penting di arena olahraga,” pungkasnya.
Penampilan Kowianto sekaligus menjadi gambaran bahwa PKDI Cup II 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan antartim kepala desa, tetapi juga menjadi ruang bagi para kepala desa untuk kembali menyalurkan hobi, menjaga kebugaran, mempererat persaudaraan, dan membangun kekompakan melalui olahraga.






