Gresik – Sebanyak 11 anak mengikuti khitan massal gratis yang digelar Jam’iyah Istighosah Al-Karimi dalam rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 28–30 Agustus 2026.
Sebelum pelaksanaan khitan, rangkaian kegiatan telah diawali dengan khataman Al-Qur’an pada Jumat (28/8/2026). Kemudian pada Sabtu (29/8/2026), kegiatan dilanjutkan dengan bazar berkah dan ceramah agama.
Khitan massal tahun ini menyediakan kuota untuk 20 anak. Namun, sebanyak 11 anak tercatat mengikuti layanan khitan gratis yang diperuntukkan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Pelaksanaan didukung tenaga medis berpengalaman dengan tempat yang telah disiapkan agar proses khitan berlangsung aman dan nyaman bagi peserta.
Tak hanya mendapatkan layanan khitan gratis, para peserta juga menerima berbagai bingkisan berupa kopyah, baju, sarung, dan uang tunai dari Jam’iyah Istighosah Al-Karimi dan Baper Panceng. Sementara Kopsyah MUI Panceng turut memberikan paket sembako kepada peserta.
Diajak Ziarah Sebelum Khitan
Pengasuh Jam’iyah Istighosah Al-Karimi, KH Abdul Karim, mengatakan terdapat rangkaian khusus sebelum anak-anak menjalani khitan.
Belasan peserta terlebih dahulu diajak menuju Makam Dowo atau Makam Kyai Jogorekso untuk berziarah dan bertawasul.
“Untuk menanamkan jiwa psikologi anak yang sholih sedini mungkin dengan cara mengajak mereka ke makam. Tujuannya agar mengerti orang tua yang telah mendahului kita dan niatnya bertawasul bahwa kelak di kemudian hari, apa yang menjadi cita-cita orang tua maupun anak tercapai dan mendapatkan ridho Allah,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan khitan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai keagamaan kepada anak sejak usia dini.
Jadi Agenda Tahunan Sejak 2000
Founder Baper Panceng, Mohammad Aqib, mengatakan khitan massal tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia menyebut kegiatan tersebut telah menjadi agenda tahunan sejak tahun 2000. Pada pelaksanaan pertama, peserta khitan hanya berjumlah dua anak.
“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan sejak tahun 2000 hingga sekarang. Awalnya hanya dua orang yang ikut, kemudian bertambah terus di tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Aqib berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat dapat terus tumbuh.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi juga dapat menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus memperkuat keimanan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
“Peringatan Maulid Nabi juga diharapkan menjadi momentum untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW serta memperkuat keimanan dan persaudaraan,” harapnya.
Orang Tua Bersyukur Anak Khitan Bersama
Salah satu orang tua peserta, Darmiyatin, mengaku bersyukur anaknya dapat mengikuti khitan massal secara gratis.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu keluarga, terlebih anak-anak dapat menjalani proses khitan bersama teman-temannya.
“Kegiatan ini sangat membantu bagi kami, dengan adanya khitan massal. Dengan khitan bersama teman-temannya, anak saya tidak terlalu takut untuk ikut khitan daripada khitan sendirian,” katanya.
Darmiyatin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Hal positif sekali, khitan massal dari Jam’iyah Istighosah Al-Karimi dan Baper Panceng ini. Harus terus diselenggarakan di tahun berikutnya, tentunya akan membantu juga bagi masyarakat lainnya yang membutuhkan,” pungkasnya.
Khitan massal di Desa Dalegan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial masyarakat. Momentum Maulid Nabi tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi berbagi dan membantu keluarga yang membutuhkan.






