Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menguji coba program Pemberian Makanan Khusus pada Lansia (PIRINGKU) bagi warga lanjut usia (lansia) tunggal kurang mampu. Melalui program percontohan tersebut, sebanyak 40 lansia yang tinggal sendiri di Kecamatan Ujungpangkah mendapat bantuan makanan siap konsumsi setiap hari.
Program ini menjadi salah satu upaya Pemkab Gresik dalam meningkatkan kesejahteraan lansia, khususnya mereka yang hidup seorang diri tanpa pendamping atau pihak yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa PIRINGKU secara khusus menyasar warga berusia di atas 60 tahun yang tinggal sendiri dan tidak memiliki pihak yang merawat.
“Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gresik kepada lansia tunggal. Kami memberikan makanan yang sudah siap dikonsumsi untuk siang hari karena mereka sudah memiliki keterbatasan tenaga untuk memasak sendiri,” jelasnya.
Berbeda dengan bantuan sosial pada umumnya, PIRINGKU diberikan dalam bentuk makanan siap konsumsi, bukan uang tunai maupun paket sembako. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan harian lansia yang mengalami keterbatasan dalam menyiapkan makanan secara mandiri.
Untuk memastikan makanan sesuai kebutuhan penerima manfaat, Dinas Sosial juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan. Sebelum menerima bantuan, para lansia menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Puskesmas guna mengetahui kondisi fisik dan riwayat penyakit, termasuk penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes.
Menu makanan yang diberikan terdiri atas karbohidrat, sayuran, dan lauk-pauk. Komposisinya disesuaikan dengan rekomendasi tenaga kesehatan dan ahli gizi agar kebutuhan nutrisi lansia tetap terpenuhi.
Saat ini, PIRINGKU masih berstatus pilot project atau program percontohan yang dilaksanakan di Kecamatan Ujungpangkah. Uji coba berlangsung selama 60 hari atau dua bulan, dengan sasaran 40 lansia tunggal yang menerima makanan setiap hari.
Ummi menyebut pelaksanaan program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Pemkab Gresik berharap PIRINGKU dapat berlanjut dan diperluas cakupannya pada 2027, sehingga semakin banyak lansia tunggal kurang mampu yang memperoleh manfaat.
“Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan diperluas. Semoga para pengambil kebijakan, legislatif, serta tim anggaran dapat melihat manfaat program ini bagi masyarakat, khususnya para lansia,” ungkapnya.
Tak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, PIRINGKU juga melibatkan masyarakat setempat melalui pemberdayaan kelompok masyarakat (Pokmas) dalam proses pengolahan hingga pendistribusian makanan.
Ketua Pokmas Mangrove Ujungpangkah, Husnul Hatimah, mengatakan pihaknya melibatkan warga dari sejumlah desa untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Sebanyak tiga orang tenaga memasak bertugas menyiapkan makanan, sedangkan tenaga lainnya membantu mendistribusikan makanan langsung ke rumah penerima manfaat.
“Untuk tenaga memasak, kami memberdayakan masyarakat dari beberapa desa. Mereka berkumpul untuk memasak bersama, dengan menu yang berbeda setiap harinya sesuai ketentuan ahli gizi,” ujarnya.
Proses distribusi makanan dimulai sejak pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Pengiriman dilakukan dengan mempertimbangkan jarak dan sebaran tempat tinggal penerima manfaat di wilayah Kecamatan Ujungpangkah.
Menurut Husnul, selama pelaksanaan program belum ditemukan kendala berarti. Ia berharap PIRINGKU dapat terus berjalan mengingat kebutuhan lansia tunggal terhadap bantuan makanan masih cukup tinggi.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh Ndukurfiah, salah satu penerima manfaat berusia 100 tahun yang tinggal di Desa Pangkahkulon. Lansia tersebut mengaku senang dan bersyukur mendapat perhatian melalui bantuan makanan setiap hari.
“Saya senang, Bu. Maturnuwun, sudah diberi makanan. Alhamdulillah,” ungkapnya.
Ndukurfiah mengaku selama ini tinggal seorang diri di rumah kontrakan. Sementara anaknya merantau ke luar negeri sehingga tidak bisa mendampinginya setiap hari.
Kehadiran bantuan makanan dari program PIRINGKU menjadi perhatian tersendiri bagi Ndukurfiah, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari di tengah keterbatasannya.
Melalui program percontohan ini, Pemkab Gresik berupaya menghadirkan model perlindungan sosial yang lebih menyentuh kebutuhan dasar lansia tunggal kurang mampu. Hasil evaluasi pelaksanaan PIRINGKU di Ujungpangkah nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk keberlanjutan sekaligus perluasan program pada 2027.






