Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mendorong penguatan budaya inovasi di berbagai sektor pembangunan. Hal itu tercermin dari meningkatnya jumlah inovasi yang berpartisipasi dalam Gresik Inovasi Festival (GINOFEST) selama tiga tahun terakhir, dari 88 inovasi pada 2024 menjadi 205 inovasi pada 2026.
GINOFEST 2026 resmi dibuka Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Gresik, Edy Hadisiswoyo, di Atrium Icon Mall, Jumat (6/11/2026). Mengusung tema “Budaya Menginspirasi, Ciptakan Inovasi, Gresik Siap Bertransformasi”, festival yang berlangsung selama dua hari, 6–7 November 2026, ini menjadi wadah bagi para inovator untuk memamerkan karya sekaligus membangun kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Edy menegaskan bahwa GINOFEST bukan sekadar ajang pameran kreativitas, melainkan bagian dari investasi untuk menyiapkan masa depan Kabupaten Gresik melalui berbagai gagasan dan terobosan yang memberikan dampak nyata.
“Seluruh kegiatan dalam GINOFEST ini bukan hanya ajang pameran semata, tetapi merupakan investasi bagi masa depan Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Menurut Edy, pengembangan inovasi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari jajaran pemerintahan, akademisi, perguruan tinggi, tokoh agama, hingga masyarakat luas harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Ia juga mengingatkan bahwa inovasi tidak cukup hanya sebatas gagasan, tetapi harus menghasilkan sesuatu yang terukur dan memberikan nilai tambah bagi daerah.
“Ukuran dari inovasi ini adalah dari yang tidak ada menjadi ada, dan dari yang ada mampu memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Gresik, Misbahul Munir, memaparkan bahwa perkembangan inovasi di Kota Pudak menunjukkan tren positif. Pada 2024 tercatat 88 inovasi, kemudian meningkat menjadi 116 inovasi pada 2025, dan kembali melonjak menjadi 205 inovasi pada 2026.
Dari total tersebut, sebanyak 73 inovasi berbasis website, 57 inovasi bidang agribisnis, 27 inovasi sosial budaya, serta 48 inovasi yang berasal dari perangkat daerah.
Menurut Misbahul, GINOFEST menjadi sarana publikasi, promosi, sekaligus apresiasi terhadap berbagai karya inovatif yang dikembangkan oleh beragam kalangan.
“GINOFEST menjadi wadah publikasi, promosi, dan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan oleh perangkat daerah, institusi pendidikan, perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat,” jelasnya.
Dukungan juga disampaikan perwakilan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, Rosan Dastimi. Ia menilai GINOFEST memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem inovasi sekaligus membuka ruang keterlibatan generasi muda.
Rosan berpesan agar para peserta terus mengembangkan kreativitas, berani berpikir kritis, dan menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya berkarya.
“Jadikan inovasi sebagai pemantik semangat untuk terus berkarya, berani berpikir kritis, dan kreatif. Masa depan Gresik dan bangsa ini berada di tangan generasi yang tidak pernah lelah berinovasi,” pesannya.
GINOFEST 2026 menghadirkan 26 stan pameran yang melibatkan berbagai unsur pendidikan dan masyarakat. Pesertanya berasal dari sekolah dasar, SMP, SMA/SMK, perguruan tinggi, perangkat daerah, hingga komunitas.
Selain pameran inovasi, festival ini juga diisi diseminasi hasil inovasi, talk show, serta pertunjukan seni budaya dan kreativitas generasi muda.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan awarding Gresik Inovasi Kompetisi 2026 pada Sabtu (7/11/2026) malam. Agenda tersebut sekaligus menjadi momen pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada para peserta terbaik.
Melalui GINOFEST 2026, Pemkab Gresik berharap budaya inovasi semakin berkembang dan menjadi bagian dari upaya transformasi pembangunan daerah. Budaya serta kearifan lokal diharapkan tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga sumber inspirasi untuk melahirkan berbagai terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat.






