Gresik Ikut Luncurkan 80.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Serentak se Indonesia

Pemerintah Kabupaten Gresik Bersama dengan seluruh pengurus Koperasi Merah Putih saat mengikuti daring meating peluncuran kelembagaan 80.000 Unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Pemerintah Kabupaten Gresik Bersama dengan seluruh pengurus Koperasi Merah Putih saat mengikuti daring meating peluncuran kelembagaan 80.000 Unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Gresik – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan kelembagaan 80.000 Unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam sebuah seremoni nasional yang digelar di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7). Acara ini juga dilaksanakan serentak secara daring dan luring oleh 38 gubernur, 514 bupati/wali kota, serta kepala desa dan lurah dari seluruh penjuru Indonesia.

Kabupaten Gresik turut ambil bagian dalam momen bersejarah ini secara virtual, yang dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani atau akrab disapa Gus Yani, menyambut positif inisiatif nasional tersebut. Ia menilai program ini sebagai tonggak penting dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat dari desa, sekaligus menjadi pusat layanan kebutuhan dasar masyarakat.

“Prinsipnya kami berharap ada surat edaran atau MoU agar Kopdeskel Merah Putih bisa terintegrasi dengan program strategis lain seperti MBG dan Sekolah Rakyat. Kita juga perlu menyiapkan model bisnis yang tepat, SDM yang mumpuni, dan kerja sama antar-pihak untuk tahap operasional,” ujar Gus Yani.

Bupati menyebut, saat ini sudah terdapat 356 koperasi desa yang legalitasnya telah rampung. Sejak awal April 2025, pelaksanaannya dilakukan secara serentak dan dibiayai melalui APBD. Ke depan, pengembangan bisnis koperasi akan diarahkan sesuai potensi lokal di masing-masing wilayah.

“Daerah utara seperti Ujungpangkah memiliki kekuatan di sektor perikanan, wilayah selatan seperti Balongpanggang unggul di sektor pertanian, dan Pulau Bawean bisa difokuskan untuk logistik laut. Jadi, masing-masing wilayah punya peran strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan,” paparnya.

Gus Yani berharap, Kopdeskel Merah Putih tidak hanya menjadi koperasi biasa, melainkan pusat layanan ekonomi desa, termasuk distribusi kebutuhan pokok masyarakat dan akses terhadap pupuk subsidi bagi petani.

“Mudah-mudahan koperasi ini bisa memutus rantai distribusi kebutuhan pokok agar harga di tingkat warga lebih terjangkau,” imbuhnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program ini, Pemkab Gresik akan memberikan pendampingan kelembagaan, pelatihan manajemen koperasi, serta monitoring dan evaluasi berkala, bekerja sama dengan universitas di Gresik.

“Kita butuh payung hukum yang jelas agar program ini bisa bersinergi dengan strategi pembangunan lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa koperasi merupakan bentuk nyata dari gotong royong ekonomi rakyat.

“Konsep koperasi adalah konsep untuk mereka yang lemah, agar menjadi kuat bersama-sama. Ini bukan hal yang disukai pemodal besar, tapi ini yang harus kita bangun. Satu lidi memang tidak kuat, tapi kalau kita satukan, akan menjadi kekuatan besar,” ujar Prabowo.

Presiden juga menegaskan, koperasi harus hadir sebagai solusi nyata di tingkat desa, membangun gudang, apotek, dan gerai sembako murah, yang menyediakan kebutuhan dasar seperti obat generik dan pupuk dengan harga terjangkau.

“Obat-obat penting harus bisa diakses oleh masyarakat kecil. Ini misi utama dari koperasi rakyat, yakni mendekatkan kebutuhan pokok ke masyarakat,” tambahnya.

Peluncuran Kopdeskel Merah Putih ini menjadi simbol semangat baru dalam membangun ekonomi desa yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis gotong royong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *