Gresik – Pemerintah Desa (Pemdes) Bulangan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik menggelar kegiatan Pembinaan dan Penguatan Posyandu pada Kamis (24/7/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini, Ketua GOW dr. Shinta Puspitasari, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hasan, Camat Dukun Gunawan, jajaran PKK Desa Bulangan, serta masyarakat setempat.
PJ Kepala Desa Bulangan, Heru Budi Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri para kader Posyandu.
“Kami berharap kader-kader Posyandu di desa dapat lebih terampil dan percaya diri dalam memberikan pelayanan sosial dan kesehatan, terutama kepada ibu, anak, dan lansia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu Desa Bulangan.
“Tingkat kehadiran warga mencapai 98%, ini luar biasa. Karena kehadiran itu menjadi indikator bahwa masyarakat mendapatkan pelayanan yang semestinya,” ungkap Nurul.
Ia menambahkan, kunjungannya ke desa-desa dilakukan untuk memastikan bahwa Posyandu sudah berjalan sesuai dengan arah kebijakan terbaru, yakni Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer).
“Posyandu sekarang bukan hanya untuk ibu dan anak, tapi juga menjadi pusat pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.
Nurul juga memperkenalkan inovasi Posyandu 6 SPM yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal: pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum termasuk perlindungan masyarakat (Trantib Linmas).
“Di sini saya lihat pelaksanaannya sudah bagus, bahkan ada konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak. Semoga angka stunting bisa terus ditekan,” harapnya.
Senada, Kepala Dinas PMD Gresik, Abu Hasan, juga mengapresiasi penggunaan Dana Desa (DD) untuk mendukung program penanganan stunting.
“Ini menjadi bukti nyata komitmen desa dalam menurunkan angka stunting di Gresik,” tegasnya.






