Mahasiswa KKN Untag Surabaya Bekali Warga Gedangan Pelatihan dan Peralatan Pertanian

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik

Gresik – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menggelar berbagai pelatihan, para mahasiswa juga menyerahkan sejumlah peralatan pertanian dan peternakan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas warga.

Selama dua pekan, puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi menjalankan pengabdian kepada masyarakat dengan berbaur bersama warga sekaligus melaksanakan berbagai program pemberdayaan.

Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya, mahasiswa memberikan pelatihan pembuatan pakan ternak serta teknik penanaman bibit jagung yang baik dan benar untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan di Desa Gedangan.

Kepala Desa Gedangan, Muhammad Sholih, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa di desa kami telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan fisik dan ekonomi warga sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menjelang berakhirnya masa KKN, para mahasiswa menyerahkan sejumlah bantuan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh kelompok tani dan masyarakat desa.

Bantuan tersebut meliputi alat pencacah pakan ternak, alat tanam jagung modern, alat penebar pupuk semiotomatis, komposter berbahan drum plastik, serta modul pelatihan sebagai panduan bagi masyarakat dalam mengembangkan keterampilan yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung.

Menurut Muhammad Sholih, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan sektor pertanian di desanya.

“Semua bantuan tersebut sangat berguna bagi seluruh masyarakat Desa Gedangan. Kami sangat berterima kasih dan bersyukur bahwa para mahasiswa masih memikirkan nasib petani,” katanya.

Pemerintah Desa Gedangan berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong produktivitas sektor pertanian dan peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *