Gresik – Suasana Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, akhir pekan lalu begitu semarak. Ribuan warga tumpah ruah di jalan untuk menyaksikan Karnaval Budaya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Acara yang digelar Pemerintah Kecamatan Kebomas itu diikuti oleh seluruh desa dan kelurahan. Masing-masing peserta menampilkan kreasi unik sesuai ciri khas wilayahnya. Ada yang tampil dengan busana adat, kostum modern bernuansa merah putih, hingga atraksi seni yang menggugah rasa nasionalisme.
Di antara rombongan peserta, penampilan Desa Giri menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Dengan mengusung tema Perjuangan, warga Desa Giri menampilkan drama kolosal yang menggambarkan heroisme rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Adegan teatrikal penuh semangat itu sukses memikat penonton. Tepuk tangan riuh pun mengiringi setiap alur cerita yang disajikan.
Kepala Desa Giri, Khusnul Falach, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyampaikan apresiasi kepada warganya yang antusias bergotong royong demi suksesnya penampilan tersebut.
“Kami dari Pemdes Giri sangat antusias mengikuti karnaval ini. Selain untuk memperingati kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga dan antar desa,” ungkapnya, Senin (25/8/2025).
Menurut Khusnul, keterlibatan aktif masyarakat bukan hanya soal menampilkan pertunjukan, tetapi juga tentang menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air.
“Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi masyarakat untuk semakin mencintai budaya dan sejarah perjuangan bangsa. Ini juga menjadi momen refleksi bersama, bagaimana kita bisa membangun desa ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Karnaval budaya ini pun meninggalkan kesan mendalam. Tak hanya sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai pengingat bahwa semangat perjuangan kemerdekaan harus terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat.






