Gresik — Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja selama tiga hari di Pulau Bawean pada 16–18 November 2025. Agenda padat ini mencakup koordinasi kebencanaan, peningkatan layanan kesehatan, penguatan pemerintahan desa, kegiatan sosial-keagamaan, hingga edukasi kebangsaan di Kecamatan Sangkapura dan Tambak.
Hari Pertama: Koordinasi Kebencanaan dan Peresmian Fasilitas Keagamaan
Kunjungan dimulai pada Minggu (16/11) dengan koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Bawean. Wabup Alif bersama Inspektorat Jenderal BNPB dan Kepala Pelaksana BPBD Gresik meninjau rumah-rumah warga yang tengah direhabilitasi pasca gempa. Progres pembangunan dipastikan berjalan sesuai standar, tepat waktu, dan tepat mutu.
Masih di hari yang sama, Wabup Alif meresmikan Masjid dan Asrama Tahfidz Putri Pondok Pesantren Miftahul Ulum di Desa Kareteng. Fasilitas baru tersebut diharapkan memperkuat pembinaan karakter serta pendidikan keagamaan bagi santri putri.
Hari Kedua: Fokus pada Kesehatan, Aparatur Pemerintah Desa, dan Sinergi Lintas Desa
Senin (17/11), Wabup Alif meninjau layanan di dua fasilitas kesehatan utama, yakni Puskesmas Sangkapura dan Puskesmas Tambak. Ia menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan, ketersediaan alat kesehatan, serta pelayanan yang cepat dan responsif bagi masyarakat kepulauan.
Bertempat di Balai Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Wabup Alif menyerahkan 262 SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Mayoritas penerima akan bertugas di Pulau Bawean, sementara sisanya ditempatkan di unit pelayanan di daratan Gresik. Penyerahan ini menjadi langkah memperkuat pelayanan dasar di wilayah kepulauan.
Agenda dilanjutkan dengan forum Rembug Akur bersama para kepala desa se-Kecamatan Tambak. Pada malam harinya, Wabup Alif meninjau RSUD Umar Mas’ud Bawean. Selain memberikan arahan penguatan layanan, ia membuka dialog langsung dengan tenaga kesehatan dan pegawai untuk menampung keluhan, kendala, serta kebutuhan fasilitas. Seluruh masukan langsung dicatat dan diberikan solusi agar kualitas pelayanan publik semakin meningkat.
Hari Ketiga: Edukasi Kebangsaan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Selasa (18/11), rangkaian kegiatan dibuka dengan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan bertema Pencegahan Bullying di Pondok Pesantren Hasan Jufri dan SMAN 1 Sangkapura sebagai upaya memperkuat karakter pelajar dan santri.
Selanjutnya, Wabup Alif meninjau kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka Milad ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Aisyiyah Sangkapura di teras Masjid As Shalihin PCM Sangkapura.
Sebagai penutup, Wabup kembali menggelar Rembug Akur bersama para kepala desa se-Kecamatan Sangkapura untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pembangunan.
Sosialisasi DBHCHT: Tekan Peredaran Rokok Ilegal
Di sisi lain, pada 17–18 November, Pemkab Gresik melalui Disperindag juga menggelar Sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kecamatan Tambak dan Sangkapura. Kegiatan menyasar perangkat desa, aparat penegak hukum, dan pemilik toko. Materi disampaikan oleh Bea Cukai, Polsek Tambak, dan Polsek Sangkapura mengenai regulasi cukai, penegakan hukum, serta peran masyarakat dalam pemberantasan peredaran rokok ilegal.
Rangkaian kunjungan kerja selama tiga hari ini menjadi bukti komitmen Pemkab Gresik dalam memastikan keberlanjutan pelayanan publik di wilayah kepulauan, memperkuat koordinasi pemerintahan desa, serta membangun sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat Bawean.






