Gresik – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dijalankan di wilayah Pantura Kabupaten Gresik melalui operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Giri Kedaton yang berada di kawasan Kisik, Kecamatan Bungah.
Kehadiran dapur MBG tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi bagi para pelajar sekaligus mendukung percepatan penanganan stunting di daerah.
Kepala SPPG Sinar Giri Kedaton, Nopijal Rifki, mengatakan dapur MBG di Kisik sebenarnya telah mulai beroperasi sejak empat hari sebelum peresmian. Selama masa operasional awal itu, pelayanan berjalan lancar.
“Sejak dimulainya operasi SPPG empat hari lalu, alhamdulillah berjalan lancar. Kami berharap apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat bagi adik-adik kita,” ujar Nopijal.

Saat ini dapur MBG tersebut melayani sekitar 1.551 penerima manfaat yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Kecamatan Bungah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah.
Pemilik Mitra SPPG, Yuyun Wahyudi, mengajak seluruh relawan dan petugas dapur untuk terus menjaga semangat dalam menjalankan program tersebut. Ia menilai program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Yuyun berharap program ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka stunting di wilayah Bungah.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, terdapat tiga tujuan utama dari program tersebut, yakni menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas, menurunkan angka pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Program ini diharapkan dapat menyiapkan generasi Indonesia yang lebih cerdas di masa depan, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Alif.
Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas gizi dalam setiap menu yang disajikan. Komposisi makanan harus seimbang antara karbohidrat, protein, dan vitamin, serta diolah dengan memperhatikan kebersihan bahan dan proses pengolahan.
“Dipastikan bahan yang digunakan memiliki nilai gizi yang baik dan kebersihannya harus benar-benar dijaga,” ujarnya.
Selain itu, Alif juga mendorong keterlibatan Koperasi Desa Merah Putih dalam rantai penyediaan bahan pangan agar program tersebut dapat berjalan selaras dengan penguatan ekonomi masyarakat desa.
Sebagai bagian dari transparansi, pengelola SPPG juga diminta untuk menyampaikan informasi terkait menu serta harga paket makanan kepada masyarakat.
Dalam program tersebut, harga paket makanan ditetapkan sebesar Rp10.000 untuk siswa SD, SMP, dan SMA, serta Rp8.000 untuk anak TK.
“Saya berharap dapur ini dikelola dengan sebaik-baiknya sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Alif.






