SIG Perkuat Transformasi Bisnis, Kinerja Berbalik Positif di Tengah Perlambatan Industri

(Kiri ke kanan) Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian; Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra; Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan pada SIG FY25 (Audited) Results Call di Jakarta, Senin, 13 April 2026.
(Kiri ke kanan) Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian; Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra; Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan pada SIG FY25 (Audited) Results Call di Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengambil langkah strategis untuk menghadapi perlambatan industri semen sepanjang tahun 2025. Transformasi bisnis yang dijalankan sejak paruh kedua tahun tersebut mulai menunjukkan hasil positif, ditandai dengan peningkatan kinerja perusahaan secara konsisten.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, dalam paparan SIG FY25 (Audited) Results Call di Jakarta, 13 April 2026, menyampaikan bahwa strategi transformasi difokuskan pada peningkatan daya saing, penguatan pangsa pasar, serta peningkatan profitabilitas.

“Transformasi bisnis sejak Juli 2025 yang berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio, terus membuahkan hasil positif,” ujarnya.

Ia menambahkan, kinerja perusahaan menunjukkan tren peningkatan terutama pada semester II tahun 2025, dengan momentum yang semakin kuat pada kuartal IV.

Di tengah kontraksi permintaan semen domestik sebesar 1,5 persen (year on year) pada 2025, SIG tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid. Sepanjang tahun, perusahaan membukukan volume penjualan sebesar 37,93 juta ton.

Salah satu indikator perbaikan signifikan terlihat pada kuartal IV 2025, di mana volume penjualan mencapai 10,47 juta ton. Capaian ini turut mendorong total volume penjualan tahunan tumbuh 1,1 persen (yoy).

Kinerja positif tersebut dinilai sebagai bukti efektivitas strategi transformasi yang dijalankan, khususnya di pasar-pasar dengan marjin tinggi.

Secara umum, sejak implementasi strategi transformasi pada semester II 2025, SIG mencatat tren kenaikan penjualan dari kuartal III ke kuartal IV. Bahkan, pada periode tersebut, penjualan semen kantong tumbuh signifikan sebesar 5,7 persen (yoy), melampaui pertumbuhan pasar yang hanya sebesar 2 persen (yoy).

Di sisi lain, penjualan ekspor juga menjadi penopang utama di tengah melemahnya permintaan domestik. Volume ekspor SIG meningkat 14,9 persen (yoy) hingga mencapai sekitar 6,4 juta ton.

Tren positif ini berlanjut pada awal tahun 2026. Dalam dua bulan pertama, SIG mencatatkan peningkatan penjualan domestik sebesar 9,7 persen, dengan pertumbuhan signifikan pada segmen semen kantong yang mencapai 14,6 persen.

Menurut Indrieffouny, capaian awal tahun tersebut menjadi pijakan kuat bagi perusahaan untuk menjaga momentum pertumbuhan sepanjang 2026.

“Kami yakin bahwa SIG saat ini berada pada jalur yang tepat. Karena itu, kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan transformasi secara disiplin dan konsisten untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan,” tegasnya.

Ke depan, SIG akan terus memperkuat strategi transformasi melalui penguatan model bisnis inti, efisiensi biaya, percepatan pengembangan ekosistem bisnis derivatif dan solusi bangunan, serta peningkatan tata kelola dan kualitas sumber daya perusahaan.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham sekaligus memperkuat posisi SIG di tengah dinamika industri semen nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *