259 Gerai Koperasi Merah Putih di Gresik Rampung, 190 Koperasi Jadi Sasaran Verifikasi

Rapat Koordinasi Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Gresik, Kamis (22/10/2026).
Rapat Koordinasi Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Gresik, Kamis (22/10/2026).

Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga 19 Oktober 2026, sebanyak 259 dari total 356 gerai koperasi di Kabupaten Gresik telah selesai dibangun. Namun, percepatan operasionalisasi masih membutuhkan penyelesaian sejumlah sarana fisik, kelengkapan administrasi, serta kesiapan pengelolaan usaha.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Gresik, Kamis (22/10/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik, Achmad Washil Miftahul Rochman, menyampaikan bahwa dari total 356 KDKMP yang telah berbadan hukum, terdiri atas 330 koperasi desa dan 26 koperasi kelurahan. Sementara itu, berdasarkan data perkembangan pembangunan per 19 Oktober 2026, masih terdapat enam gerai dalam pengerjaan dan 91 gerai yang belum dibangun.

Jumlah gerai yang telah rampung tersebut meningkat tiga unit dibandingkan data 14 September 2026, yang mencatat 256 gerai selesai dibangun.

“Penyelesaian bangunan belum serta-merta menjadi jaminan bahwa gerai siap digunakan untuk kegiatan pelayanan dan transaksi. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesiapan fisik, kelengkapan sarana prasarana utama, dan dokumen pendukung menjadi tahapan penting sebelum gerai difungsikan,” ujar Washil.

Sebagai Ketua Tim Verifikasi dan Validasi KDKMP Kabupaten Gresik, Washil menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan gerai sebelum memasuki tahap operasional. Pemeriksaan meliputi kondisi bangunan, sarana prasarana, serta kelengkapan administrasi.

Dari total 356 KDKMP, pemerintah daerah menetapkan 190 koperasi sebagai sasaran verifikasi dan validasi pada periode tersebut. Penetapan ini mengacu pada data SIMKOPDES serta rekomendasi lokasi yang dinyatakan siap diperiksa oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).

Washil menegaskan, jumlah 190 koperasi tersebut merupakan sasaran pemeriksaan, bukan keseluruhan koperasi berbadan hukum maupun seluruh gerai yang telah selesai dibangun.

Proses verifikasi dan validasi melibatkan lima tim dengan total 25 personel dari lima perangkat daerah, yakni Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan; Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman; Inspektorat; Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Pemeriksaan dilaksanakan selama 10 hari, yakni pada 16–20 dan 23–27 September 2026. Dari 190 koperasi yang menjadi sasaran, sebanyak 189 koperasi atau 99,47 persen telah diverifikasi dan divalidasi.

Adapun satu koperasi di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, belum dapat diperiksa karena kendala cuaca, transportasi, dan keterbatasan anggaran. Lokasi tersebut menjadi salah satu prioritas tindak lanjut pemerintah daerah.

Wabup Dorong Koperasi Kembangkan Usaha Produktif

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Merah Putih tidak cukup diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk maupun bangunan gerai yang telah berdiri. Menurutnya, hal terpenting adalah kemampuan koperasi menjalankan usaha secara produktif dan memberikan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat.
“Kita ingin koperasi menjadi tempat berkembangnya produk unggulan desa, memperluas pasar bagi pelaku UMKM, membuka kesempatan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Alif mendorong setiap Koperasi Merah Putih mengembangkan kegiatan usaha sesuai potensi dan karakteristik ekonomi desa atau kelurahan masing-masing. Sejumlah contoh yang telah berkembang di Gresik di antaranya produksi beras di Kedungpring dan Gredek, budidaya lele di Beton, produksi telur asin di Munggugianti, hingga kemitraan industri yang dikembangkan Koperasi Merah Putih Roomo bersama PT Linde.

Menurutnya, berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa koperasi memiliki peluang usaha yang luas apabila mampu mengoptimalkan potensi lokal dan menjawab kebutuhan pasar.

Pemkab Gresik juga telah memberikan dukungan melalui kebijakan penyertaan modal dari Dana Desa. Namun, pemanfaatan modal tersebut harus tetap memperhatikan kelayakan usaha, prinsip kehati-hatian, serta pengelolaan keuangan yang akuntabel.

Alif menekankan pentingnya kolaborasi antara koperasi dengan pemerintah desa, BUMDes, BUMN, BUMD, lembaga keuangan, perguruan tinggi, serta dunia usaha untuk memperkuat keberlanjutan bisnis koperasi.

Sejumlah kemitraan telah dirintis bersama Bulog, ID Food, perbankan, Pertamina Patra Niaga, Pupuk Indonesia, Pos Indonesia, serta berbagai perusahaan dan pelaku usaha lainnya. Kerja sama tersebut diharapkan berkembang menjadi hubungan bisnis konkret yang saling menguntungkan sekaligus membuka akses pasar lebih luas bagi produk masyarakat Gresik.

Rapat Koordinasi Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Gresik, Kamis (22/10/2026).
Rapat Koordinasi Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Gresik, Kamis (22/10/2026).

Manajer Koperasi Dituntut Profesional

Selain memperkuat kemitraan, Alif menyoroti pentingnya peran manajer dalam menggerakkan operasional koperasi. Manajer diharapkan mampu membaca potensi ekonomi wilayah, menyusun strategi bisnis, membangun kemitraan, serta mengelola usaha secara profesional dan akuntabel.

Ia juga mengingatkan agar hubungan kerja antara manajer, pengurus, dan pengawas berjalan harmonis sesuai kewenangan masing-masing. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan menghasilkan nilai tambah ekonomi.

Pada kesempatan tersebut, Alif turut mengapresiasi peran Babinsa di Kabupaten Gresik yang telah mengawal pembangunan gerai KDKMP mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Apresiasi juga disampaikan kepada Komandan Kodim 0817/Gresik beserta jajaran atas sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pihak terkait dalam mendukung percepatan pembangunan gerai.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut hingga seluruh gerai siap beroperasi dan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang produktif.

“ Mari kita bergerak dari koperasi yang telah terbentuk, menuju koperasi yang benar-benar beroperasi, produktif, profesional, dan berkelanjutan. Inilah komitmen yang harus kita wujudkan bersama demi kemajuan Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *