Gresik – Dalam rangka penguatan pengawasan Partisipatif menjelang perhelatan Pemilu 14 Februari 2024, Bawaslu Gresik terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, teranyar menggandeng 10 Perguruan Tinggi Islam Negeri dan Swasta di Kabupaten.
Penandatanganan kerjasama dilakukan pada pembukaan Pendidikan Pengawasan Partisipatif Selasa (12/12/2023) di Aston Hotel Gresik.
“Kerjasama dengan perguruan tinggi ini merupakan upaya kolaboratif untuk melakukan edukasi dan pencegahan terjadinya potensi – potensi pelanggaran selama penyelenggaraan Pemilu,” terang Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas, Habibur Rohman.
Sementara itu, Prof. Abdul Chalik, Dekan FISIP UINSA Surabaya selaku perwakilan pimpinan Perguruan Tinggi menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Bawaslu Gresik.
“terima kasih atas kepercayaan kepada FISIP UINSA Surabaya dan 9 Perguruan Tinggi Islam Swasta di Kabupaten Gresik untuk bersama-sama terlibat dalam pengawasan partisipatif,” ujarnya.
Eka Rahmawati, Kordiv Pencegahan dan Parmas Bawaslu Jawa Timur, menyambut baik kerjasama dengan 10 Perguruan Tinggi Islam dengan Bawaslu Gresik, ini merupakan satu satunya di Jawa Timur Penandatanganan kerjasama secara serentak.
“Hanya di Kabupaten Gresik, Penandatanganan Kerjasama dengan 10 Perguruan Tinggi dilakukan secara bersamaan,” ungkapannya
“Ia menambahkan, kolaborasi pengawasan partisipatif ini diharapkan mampu menekan potensi pelanggaran yang ada di Kabupaten Gresik,” pungkas Eka Rahmawati.
Adapun 10 Perguruan tinggi Islam Negeri dan Swasta yakni
- FISIP UINSA Surabaya,
- UNKAFA Gresik,
- Universitas Qomarudin,
- ISTAZ Menganti,
- INSIDA Gresik,
- STESFA Gresik,
- STIT Raden Santri Gresik,
- STAI Ihyaul Ulum Gresik,
- STIE NU Trate Gresik,
- STIE Kanjeng Sepuh.
Setelah pemandangan kerjasama dilanjutkan dengan pendidikan pengawasan partisipatif berbasis kepemudaan selama 3 hari ke depan, dengan melibatkan 100 peserta dari mahasiswa hasil seleksi dari 10 perguruan tinggi tersebut.






