Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menggelar tradisi Malam Selawe yang penuh berkah di Masjid Ainul Yaqin, Sunan Giri, pada Minggu malam (24/03/2025).
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik, Pengurus PCNU Gresik, Ketua MUI Kabupaten Gresik, Ketua Ansor Kabupaten Gresik, serta Pengurus Takmir Masjid Jami Sunan Giri. Ribuan masyarakat memadati kawasan masjid untuk mengikuti salat Isya dan Tarawih, yang kemudian dilanjutkan dengan munajat pembacaan 1.000 surat Al-Ikhlas.
Dalam sambutannya, Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dengan penuh khidmat.
“Malam ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia, di Masjid Ainul Yaqin yang penuh berkah. Kita semua meneladani apa yang telah dikerjakan oleh para pendahulu kita. Warisan budaya Malam Selawe kita laksanakan di Masjid Jami Ainul Yaqin. Mudah-mudahan ke depan, Malam Selawe tetap istiqomah seperti ini. Dengan niat baik kita semua, doa yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah. Saya juga berterima kasih kepada seluruh panitia Malam Selawe. Mudah-mudahan semua panitia, Yayasan Makam Sunan Giri, serta pemerintahan desa doanya dikabulkan. Gresik semakin sukses, masyarakat semakin sejahtera,” ujar Bupati Gresik.

Tradisi yang Sarat Makna dan Kebersamaan
Malam Selawe bukan sekadar tradisi keagamaan di Gresik, tetapi juga menjadi momentum bermunajat, beribadah, dan mempererat kebersamaan umat. Sebagai bentuk kepedulian sosial, Pemerintah Kabupaten Gresik membagikan 3.000 porsi nasi kebuli kepada masyarakat yang hadir.
Selain itu, suasana di sepanjang Jalan Sunan Giri semakin semarak dengan kehadiran para pedagang yang menjajakan berbagai kuliner khas dan produk UMKM—mulai dari makanan tradisional hingga pernak-pernik khas Gresik.
Salah satu warga yang hadir, Lilis (25), warga Sidokmukti, Sunan Giri, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberlangsungan tradisi ini.
“Saya datang bersama suami untuk mengenalkan tradisi Malam Selawe kepadanya karena ini pertama kalinya ia mengikuti acara ini. Alhamdulillah, kami mendapat nasi kebuli. Semoga tahun depan semakin banyak porsinya. Jika memungkinkan, ada juga nasi krawu agar makanan khas daerah ini lebih dikenal masyarakat luas,” pungkasnya.
Malam Selawe: Warisan Spiritual dan Sosial
Acara ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Suara Gresik, memungkinkan lebih banyak masyarakat merasakan hikmah dari perayaan ini. Selain sebagai ajang refleksi spiritual, pembagian 3.000 porsi nasi kebuli menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan warganya.
Dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Forkopimda, PCNU Gresik, MUI Kabupaten Gresik, Ansor Kabupaten Gresik, serta Takmir Masjid Jami Sunan Giri, semakin memperkuat ikatan keagamaan dan sosial masyarakat Gresik.
Malam Selawe bukan sekadar ritual, tetapi juga warisan yang memperkaya spiritualitas dan silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat. Tradisi ini diharapkan terus berkembang dan semakin mempererat kebersamaan di tahun-tahun mendatang.






