GRESIK – Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, mengapresiasi terselenggaranya dialog publik bertema “Memaksimalkan Investasi untuk Mendongkrak PAD dan Mengurangi Angka Pengangguran” yang digelar Komunitas Wartawan Gresik (KWG) bersama DPRD Gresik di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Jumat (13/6/2025).
Acara ini turut dihadiri oleh Plt Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, perwakilan legislatif, sejumlah pimpinan OPD seperti Dinas Tenaga Kerja, DPMPTSP, BPPKAD, hingga perwakilan HIPMI, kepala desa, pengusaha, dan masyarakat umum.
Syahrul menyebut, kegiatan semacam ini sangat penting untuk merumuskan arah kebijakan ke depan yang lebih tepat sasaran.
“Rumusan kebijakan dasarnya dari diskusi. Kemudian kita sandingkan dengan regulasi yang ada dan diimplementasikan,” ujar politisi muda asal Manyar tersebut.
Ia menambahkan, tingginya investasi yang masuk ke Gresik harus diimbangi dengan kebijakan strategis agar bisa berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengurangan angka pengangguran. Salah satunya melalui pengelolaan aset daerah secara produktif.
“Misalnya aset milik Semen Gresik yang belum dimanfaatkan. Kalau bisa dikelola, tentu potensi PAD sangat luar biasa,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Bupati Gresik dr. Asluchul Alif memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkab untuk menekan angka pengangguran, salah satunya melalui platform Gresik Kerja.
Namun, ia mengungkapkan adanya tantangan, yaitu rendahnya tingkat kehadiran pelamar saat proses rekrutmen.
“Dari 600 orang yang mendaftar untuk 281 lowongan kerja, hanya 190 yang datang saat wawancara. Ini jadi catatan bersama,” ungkap dr. Alif.
Sebagai solusi, Pemkab akan memperluas program pelatihan berbasis kewirausahaan, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.
“Kami akan gelar pelatihan seperti hidroponik melon dan lainnya, agar peserta bisa langsung praktik usai pelatihan,” tambahnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak demi mewujudkan Gresik yang lebih maju dan inklusif.






