Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik mulai mematangkan persiapan kafilah untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Timur 2027 yang akan berlangsung di Kabupaten Tulungagung.
Persiapan dilakukan melalui Pembinaan Kafilah MTQ Kabupaten Gresik Tahun 2026 yang dibuka Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di Masjid Agung Gresik, Selasa (11/8/2026).
Pembinaan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis sesuai cabang yang diikuti. Para peserta juga dipersiapkan dari sisi mental, karakter, komunikasi, kekompakan, serta pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an.
Wabup Gresik Asluchul Alif mengatakan, pembinaan kafilah tidak semata-mata bertujuan mengejar prestasi dalam kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk generasi Qurani yang mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembinaan kali ini bukan hanya untuk mempersiapkan perlombaan, tetapi juga mempersiapkan generasi yang Qurani. Saya berharap adik-adik bisa menjadi idola dan generasi Qurani,” ujar Alif.
Menurutnya, kemampuan membaca maupun menghafal Al-Qur’an harus berjalan beriringan dengan akhlak dan adab. Karena itu, para kafilah diminta tidak hanya fokus meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menjaga perilaku serta mampu menjadi teladan di masyarakat.
“Jangan sekadar hafal dan bisa membaca, tetapi yang harus ditekankan adalah akhlak. Semoga menjadi kafilah dan generasi yang baik. Terutama para pembina, berikan contoh yang mulia,” pesannya.
Alif juga mengingatkan para peserta agar tidak cepat puas dengan prestasi yang telah diraih Kabupaten Gresik sebelumnya. Capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mempertahankan prestasi pada MTQ tingkat Jawa Timur.
“Kita bersyukur kemarin kita bisa menorehkan prestasi. Ke depan, kita berharap bisa meraihnya kembali. Jangan merasa cukup dengan apa yang kalian punya saat ini dan teruslah berjuang,” tegasnya.
Ia meminta para kafilah menjadikan belajar dan berlatih sebagai kebiasaan. Konsistensi tersebut dinilai penting untuk membangun kemampuan sekaligus kesiapan mental menghadapi kompetisi.
“Terus belajar dan konsisten melatih diri untuk menjadi kebiasaan. Jaga akhlak dan adab. Saat lomba, kalian harus bisa membawa diri karena kalian menjadi etalase Jawa Timur,” katanya.
Selain kemampuan dan mental, kesehatan peserta juga menjadi perhatian. Alif meminta para kafilah menjaga kondisi fisik selama menjalani rangkaian pembinaan.
“Jaga mental yang baik dan jangan lupa jaga kesehatan,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menjelaskan, pembinaan tersebut merupakan lanjutan dari proses seleksi kafilah yang telah dilakukan sebelumnya.
Tahapan diawali dengan pelaksanaan MTQ XXXII Kabupaten Gresik di Kecamatan Balongpanggang pada 17–19 April 2026. Selanjutnya, Pemkab Gresik menggelar seleksi terhadap juara I, II, dan III pada 19 Mei 2026 di Masjid Agung Gresik.
Hasil seleksi tersebut menjadi dasar penyusunan kafilah yang dipersiapkan untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur 2027.
Pembinaan Kafilah MTQ Kabupaten Gresik Tahun 2026 diikuti 56 peserta, 8 pendamping, dan 12 pembina. Total terdapat 76 orang yang terlibat dalam program pembinaan tersebut.
Pemkab Gresik berharap pembinaan berkelanjutan mampu meningkatkan kesiapan kafilah, baik dari sisi kompetensi, mental maupun karakter, sebelum bertanding di MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur 2027 di Kabupaten Tulungagung.
Para kafilah juga diharapkan tidak hanya membawa target prestasi, tetapi mampu menjaga nama baik Kabupaten Gresik melalui kemampuan, akhlak, keteladanan, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.






