Gresik – Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren (YPPP) Al Muniroh menggelar Kirab Obor dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan tersebut diikuti para santri, alumni, serta masyarakat umum.
Kirab obor ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme, persaudaraan, kedisiplinan, dan cinta tanah air kepada generasi muda.
Dengan membawa obor yang menyala, para peserta mengikuti kirab dengan penuh antusias. Cahaya obor yang menerangi perjalanan menjadi simbol semangat perjuangan, keikhlasan, serta tekad para santri untuk menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Suasana kirab semakin meriah ketika panitia membagikan uang koin atau yang dikenal dengan istilah udik-udikan kepada peserta sepanjang perjalanan. Total uang yang dibagikan mencapai Rp2.226.000.
Tradisi tersebut menjadi salah satu bagian yang menambah semarak peringatan Hari Santri Nasional di lingkungan YPPP Al Muniroh. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian puluhan hadiah (doorprize) melalui pengundian kupon yang dipegang para peserta kirab.
Ketua Umum YPPP Al Muniroh, Hj. Uswatun Hasanah, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para santri dan alumni yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia berpesan agar para santri terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa melupakan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri yayasan.
Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan akhlak serta pelestarian nilai-nilai pesantren yang menjadi landasan pendidikan para santri.
YPPP Al Muniroh juga berharap para santri senantiasa meneladani dan mengamalkan ilmu yang diwariskan oleh para muassis atau pendiri yayasan, yakni almarhum KH. Mawardi dan KH. Munir Mawardi.
Semangat Hari Santri, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya dituntut mendalami ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki wawasan kebangsaan, akhlak mulia, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Melalui Kirab Obor Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung semangat “Jihad Santri, Jayakan Negeri”, YPPP Al Muniroh berharap dapat terus mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air.
Dari pesantren, para santri diharapkan terus menyalakan cahaya peradaban dengan meneruskan perjuangan para ulama dan mengambil peran dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.






