Lukisan Azzahra Adiva Laku Rp10 Juta di Pameran Tunggal: Seniman Cilik Gresik Usia 6 Tahun Bikin Publik Terkesima

Azzahra Adiva Myesha Khairunnisa (bertopi), pelukis cilik berusia 6 tahun asal Gresik. Dalam Pameran Tunggal perdananya yang digelar di Galeri Merah Putih Balai Pemuda Surabaya pada 27–31 Juli 2025
Azzahra Adiva Myesha Khairunnisa (bertopi), pelukis cilik berusia 6 tahun asal Gresik. Dalam Pameran Tunggal perdananya yang digelar di Galeri Merah Putih Balai Pemuda Surabaya pada 27–31 Juli 2025

Surabaya – Bakat luar biasa ditunjukkan Azzahra Adiva Myesha Khairunnisa, pelukis cilik berusia 6 tahun asal Gresik. Dalam Pameran Tunggal perdananya yang digelar di Galeri Merah Putih Balai Pemuda Surabaya pada 27–31 Juli 2025, salah satu karyanya berjudul “Penyelidikan Kasus Bawah Tanah” langsung terjual seharga Rp10 juta kepada seorang kolektor asal Jakarta.

Pameran dibuka langsung oleh Mayjen TNI (Purn) Hari Krisnomo, seorang pecinta seni yang turut mengapresiasi kemampuan Azzahra dalam mengolah imajinasi menjadi karya visual. Total terdapat 14 karya lukisan yang ditampilkan, dengan media cat akrilik, spidol, dan cat air di atas kanvas maupun kertas.

“Penjualan karyanya menjadi bukti bahwa karya anak-anak pun bisa punya nilai tinggi secara artistik maupun ekonomis,” ungkap Arik S. Wartono, kurator dan pembina Sanggar DAUN Gresik, tempat Azzahra belajar sejak November 2024.

Seniman Alami Sejak Balita

Lahir pada 29 Agustus 2018, Azzahra baru genap berusia 7 tahun bulan depan. Namun, sejak balita ia telah menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia seni rupa, menjadikan tembok, lantai, dan perabot rumah sebagai “kanvas” pertamanya.

Dalam 10 bulan terakhir, Azzahra telah menghasilkan lebih dari 50 karya, termasuk beberapa lukisan berukuran besar (hingga 150×100 cm). Menurut Arik, karya-karya Azzahra memiliki ciri khas yang unik: imajinatif, ekspresif, spontan, dan belum terjebak pola teknis kaku.

Salah satu karyanya berjudul “Pagi di Sawah” bahkan meraih penghargaan internasional di ajang Picasso International Art Contest 2025, kategori Creative Brilliance (Gold Artist), pada Maret 2025 lalu.

Simbol Imajinasi dan Makna Spiritual

Karya unggulan yang juga dijadikan poster pameran, “Penyelidikan Kasus Bawah Tanah”, menggambarkan tiga peri detektif yang menyelamatkan seekor kucing malang di dunia bawah tanah penuh serangga. Latar dominan hijau cerah dan teknik cipratan warna memberi kesan segar, liar, dan bebas.

“Lukisan ini bukan sekadar karya anak-anak. Ia menyampaikan cerita, simbol, dan emosi yang mengajak kita merenung tentang kompleksitas hidup,” jelas Arik.

Ia menambahkan, karya Azzahra selaras dengan pemikiran seniman besar Pablo Picasso: “Setiap anak adalah seniman. Masalahnya adalah bagaimana tetap menjadi seniman setelah kita dewasa.”

Pameran ini menjadi momentum penting tidak hanya bagi Azzahra, tetapi juga dunia seni rupa anak Indonesia. Ia membuktikan bahwa usia bukan batas untuk menciptakan karya yang menyentuh dan bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *