Program “Kintil Kyai”, Cara Unik Santri Refah Islami Belajar Langsung dari Sang Guru

Program “Kintil Kyai”, Cara Unik Santri Refah Islami Belajar Langsung dari Sang Guru
Program “Kintil Kyai”, Cara Unik Santri Refah Islami Belajar Langsung dari Sang Guru

Gresik – Ada yang unik dan penuh makna di Pondok Pesantren Refah Islami, Sidayu, Gresik. Di tengah kesibukan menghafal dan menuntut ilmu, para santri memiliki momen istimewa yang selalu ditunggu-tunggu Program Mulazamah atau dengan istilah khas mereka, “Kintil Kyai”.

Program ini menjadi bagian dari metode pembelajaran yang menyenangkan di pondok yang telah mencetak puluhan hafizh tersebut. Melalui Mulazamah, para santri mendapat kesempatan belajar langsung dan lebih dekat dengan sang guru tercinta, KH. Farid Dhofir, Lc., M.Si., Mudir Pondok Pesantren Refah Islami yang akrab disapa Yai Farid.

Setiap kali giliran tiba, santri yang terpilih selalu tampak berdebar bahagia.
Sebelum berangkat, mereka berfoto bersama Yai Farid, seolah mengabadikan doa dan rasa syukur bisa dekat dengan sosok guru yang penuh wibawa sekaligus penuh kasih sayang.

Kebersamaan berlanjut saat perjalanan. Menariknya, Yai Farid sendiri yang menyetir mobil, bukan karena santrinya tidak sopan, tetapi karena perhatian dan kasih beliau yang begitu besar kepada para santri yang belum diizinkan menyupir.

“Di perjalanan, bukan cuma tawa dan canda yang hadir, tapi juga nasihat-nasihat penuh hikmah. Rasanya seperti mendapat vitamin hati,” tutur salah satu santri, Minggu (2/11/2025).

Tak berhenti di situ, setelah mengikuti kajian, Yai Farid hampir selalu mengajak para santri makan bersama di rumah makan.
“Kami dipersilakan memesan apa saja, termasuk jus alpukat favorit kami, dan semuanya ditraktir langsung oleh beliau,” ungkap santri itu penuh rasa syukur.

Kadang, usai makan, Yai Farid juga membawa para santri berkunjung ke tempat-tempat indah atau lokasi yang sedang viral.
Di sana, mereka bisa tertawa bersama, melepas penat, dan tentu saja berfoto untuk menyimpan kenangan.

Program “Kintil Kyai” ini bukan sekadar kegiatan rekreasi, melainkan sarana pembelajaran hidup yang penuh nilai-nilai adab, kebersamaan, dan keteladanan.
Setiap perjalanan bersama Yai Farid menjadi pengalaman berharga  belajar ilmu, menerima kasih sayang, sekaligus mendapatkan doa.

“Nikmatnya mulazamah telah kami rasakan. Dapat ilmu, pengalaman, makan malam, dan pulangnya bawa berkat. Istimewa, The Best! Matur nuwun, Jazakumullah khairan katsiran, Barokallah Yai Farid,” tutur para santri kompak.

Program sederhana ini menjadi bukti bahwa belajar tidak selalu di ruang kelas, melainkan juga lewat keteladanan dan kebersamaan — nilai yang terus dijaga di Pondok Pesantren Refah Islami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *