Gresik – Lebih dari 700 warga di sekitar area operasional Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) kini telah memiliki keterampilan dan sertifikasi industri berstandar nasional melalui Program Pelatihan Berbasis Kompetensi. Program ini menjadi bagian dari komitmen PTFI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing di dunia industri.
Vice President External Affairs Smelter PTFI Erika Silva mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan mencetak tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi sehingga memiliki peluang kerja yang lebih luas, seiring pesatnya pertumbuhan industri di Kabupaten Gresik.
“Pelatihan ini merupakan langkah PTFI dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional. Tujuannya untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi agar siap bersaing, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Erika.
Menurutnya, sertifikasi menjadi modal penting bagi masyarakat untuk meningkatkan daya saing dan memperbesar kesempatan masuk ke sektor industri. Pada periode November 2025 hingga Januari 2026, PTFI membuka delapan jenis pelatihan yang diikuti oleh 160 peserta.
Adapun pelatihan yang diselenggarakan meliputi listrik industri berbasis PLC, operator scaffolding, ahli K3 umum, rigger, teknisi K3 listrik, operator crane, operator CNC milling, serta operator forklift.
“Seluruh program pelatihan disusun mengacu pada standar Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan pengembangan SDM di Gresik,” jelas Erika.
Selain keterampilan teknis, para peserta juga dibekali soft skill serta pemahaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) guna memenuhi standar industri yang semakin ketat. Dalam pelaksanaannya, PTFI bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik dan Rumah Vokasi untuk memastikan keberlanjutan program, termasuk membuka akses penempatan kerja bagi lulusan pelatihan.
Salah satu peserta pelatihan, Taufik Rohman, warga Desa Bedanten, mengaku program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Pelatihan ini sangat menambah ilmu dan keterampilan kami. Dengan banyaknya industri di Gresik, program seperti ini sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa bersaing dan membantu mengurangi pengangguran,” ujarnya.
Hal senada disampaikan peserta lainnya, Hapsari, yang menilai pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
“Banyak ilmu yang saya dapat, apalagi sekarang banyak perusahaan yang mensyaratkan sertifikasi. Pelatihan ini sangat berguna dan saya berharap bisa diterima bekerja di perusahaan sesuai keahlian saya,” katanya.
Erika menegaskan bahwa program pelatihan ini sejalan dengan visi PTFI dalam mendukung terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang kondusif di Gresik.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. PTFI akan terus mendukung pengembangan SDM di Gresik agar mampu berkontribusi optimal bagi pertumbuhan industri,” pungkasnya.






