SIG Raih ESG Award 2026, Inovasi Semen Rendah Karbon Jadi Andalan Dekarbonisasi

Pgs Group Head of Strategic Growth & ESG SIG, Muhammad Taqiyuddin (kanan) menerima penghargaan ESG Award dari Yayasan KEHATI dalam Sector Capital Market untuk Kategori Listed Company dari Menteri Lingkungan Hidup RI/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026).
Pgs Group Head of Strategic Growth & ESG SIG, Muhammad Taqiyuddin (kanan) menerima penghargaan ESG Award dari Yayasan KEHATI dalam Sector Capital Market untuk Kategori Listed Company dari Menteri Lingkungan Hidup RI/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026).

Jakarta – Inovasi semen rendah karbon dan konsistensi dalam menekan emisi mengantarkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen SIG dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya melalui pengembangan produk bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan.

SIG meraih penghargaan pada kategori Sector Capital Market – Listed Company. Trofi penghargaan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, kepada Pgs Group Head of Strategic Growth & ESG SIG Muhammad Taqiyuddin di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, penghargaan tersebut semakin menegaskan bahwa prinsip ESG telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.

“Penerapan prinsip ESG merupakan landasan bagi SIG dalam menjalankan operasional bisnis. Komitmen ini didasari oleh kesadaran bahwa ESG bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi merupakan competitive advantage untuk kesuksesan Perusahaan di masa depan,” kata Vita.

Salah satu bentuk penerapan ESG SIG diwujudkan melalui pengembangan semen hijau yang diproduksi dengan penggunaan material dan proses yang lebih ramah lingkungan.

Melalui dukungan riset dan pengembangan berkelanjutan, produk semen hijau SIG memiliki emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional, dengan tetap memenuhi standar kualitas sesuai peruntukannya.

SIG juga terus mempercepat upaya dekarbonisasi proses produksi melalui peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif yang berasal dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).

Sepanjang 2025, pemanfaatan bahan bakar alternatif SIG meningkat 24 persen menjadi 681 ribu ton. Jumlah tersebut setara dengan pengurangan konsumsi batu bara hingga 467 ribu ton dan mendorong thermal substitution rate (TSR) mencapai 9,77 persen.

Di sektor energi, SIG turut memperluas penggunaan sumber energi yang lebih bersih melalui pemasangan panel surya di sejumlah unit operasional.

Perusahaan juga memanfaatkan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG), yang mengubah panas buang dari proses produksi menjadi energi listrik.

Berbagai langkah tersebut berkontribusi terhadap penurunan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1 sebesar 21 persen dibandingkan baseline 2010. Sementara emisi Scope 2 turun 15 persen dibandingkan baseline 2019.

Vita mengatakan, penerapan ESG di SIG dilakukan secara terstruktur melalui Sustainability Roadmap 2030 yang menjadi acuan dalam menetapkan strategi, indikator, serta target keberlanjutan perusahaan.

Implementasinya juga dikawal melalui Komite Keberlanjutan untuk memastikan aspek keberlanjutan terintegrasi dalam pengelolaan bisnis.

“Untuk memastikan penerapan ESG berjalan secara konsisten, SIG memiliki Sustainability Roadmap 2030 yang menjadi acuan dalam menetapkan strategi, indikator, dan target keberlanjutan,” ujarnya.

Konsistensi SIG dalam pengelolaan aspek ESG juga tercermin melalui penilaian lembaga eksternal. SIG meraih ESG Rating 2025 dengan predikat Medium Risk dan skor 25 dari Sustainalytics.

Selain itu, SIG memperoleh skor 49 pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) S&P dan S&P ESG Rating, yang menjadi salah satu indikator kinerja perusahaan dalam mengelola aspek lingkungan, sosial dan tata kelola.

Sementara itu, ESG Award by KEHATI merupakan ajang apresiasi bagi perusahaan, institusi keuangan, investor dan pelaku usaha yang dinilai menunjukkan kepemimpinan dalam penerapan ESG serta memberikan dampak terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Proses penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi administratif, evaluasi substansi, scoring berdasarkan kategori hingga Sidang Pleno oleh Dewan Juri.

Penghargaan tersebut sekaligus memperkuat ekosistem investasi berkelanjutan yang dikembangkan KEHATI. Sejak meluncurkan indeks SRI-KEHATI bersama Bursa Efek Indonesia pada 2009, KEHATI terus mengembangkan instrumen investasi berbasis ESG, termasuk indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI yang diperkenalkan pada 2021.

Vita menegaskan, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi SIG untuk terus mempercepat pencapaian target keberlanjutan.

“Seluruh pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi SIG untuk terus mengakselerasi target-target keberlanjutan yang telah ditetapkan dalam Sustainability Roadmap 2030, sekaligus memperkuat kontribusi Perusahaan terhadap terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *