Gresik – Sebuah malam penuh semangat kolaborasi internasional tersaji di halaman Kantor Bupati Gresik, Rabu (17/09). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar The 9th ICPS Kolaboraya, sebuah konferensi internasional yang menghadirkan delegasi dari berbagai belahan dunia.
Mengusung tema “Geopolitik: Indonesia Aman, Investasi Gresik Mendunia”, forum ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati dr. Asluchul Alif, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Achmad Chusnu Romdhoni, serta 22 delegasi dari negara-negara Asia, Timur Tengah, hingga Afrika, termasuk Qatar, Arab Saudi, Oman, Palestina, Yordania, Kirgizstan, Tanzania, dan Kazakhstan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan bahwa konferensi ini menjadi momen strategis untuk mengenalkan Gresik di panggung dunia.
“Kami ingin mengenalkan Gresik sebagai daerah yang aman, terbuka, dan potensial bagi investasi. Konferensi ini adalah pintu untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak dari mancanegara,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR Achmad Chusnu Romdhoni menyoroti pentingnya ketahanan dalam menghadapi dinamika global.
“Isu resiliensi menjadi salah satu fokus penting dalam membangun kesiapan daerah dan bangsa menghadapi tantangan geopolitik. Semoga ini menjadi langkah awal kerja sama yang lebih erat antara Universitas Airlangga dan Pemkab Gresik,” tuturnya.
Sebagai bentuk sambutan budaya, ratusan guru Taman Kanak-Kanak yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman-Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) menampilkan tarian tradisional “Siwalan”. Penampilan ini tidak hanya memukau para delegasi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Gresik kepada dunia.
Konferensi internasional ini diharapkan menjadi jembatan penting bagi Gresik dalam memperkuat jejaring global, sekaligus membuka pintu investasi yang semakin luas.






