Gresik – Pemerintah Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, mengembangkan kawasan wisata Endel Park sebagai bagian dari strategi optimalisasi aset desa berbasis Tanah Kas Desa (TKD). Kawasan wisata buatan yang dibangun di atas lahan seluas sekitar lima hektare ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah Gresik Utara.
Pembangunan Endel Park memanfaatkan TKD secara produktif dengan menghadirkan konsep wisata ramah anak dan keluarga. Sejumlah fasilitas telah disiapkan, mulai dari kolam renang, pujasera, bianglala, rainbow slide, hingga area pemancingan. Kehadiran fasilitas tersebut dirancang untuk menciptakan pusat aktivitas rekreasi sekaligus ruang ekonomi bagi masyarakat desa.
Kepala Desa Golokan, Muslikan, menjelaskan bahwa saat ini pembangunan memasuki tahap akhir, termasuk penyelesaian gapura masuk kawasan wisata serta penyempurnaan sejumlah wahana.
“Sebagian besar fasilitas sudah terbangun. Saat ini kami fokus pada tahap finishing, termasuk uji coba kolam renang dan penyempurnaan area pendukung,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).
Dari seluruh wahana yang dikembangkan, rainbow slide atau seluncuran pelangi diposisikan sebagai ikon utama Endel Park. Wahana dengan ketinggian sekitar tujuh meter ini dirancang mengikuti tren wisata visual yang populer di media sosial, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kunjungan.
“Rainbow slide menjadi unggulan karena saat ini cukup diminati, terutama oleh keluarga dan anak-anak. Kami berharap bisa menjadi magnet utama pengunjung,” kata Muslikan.
Selain aspek rekreasi, pengembangan Endel Park juga memperhatikan nilai historis dan kearifan lokal. Penamaan kawasan wisata tersebut diambil dari sebutan “endel”, nama yang sejak lama dikenal warga sebagai identitas wilayah tempat wisata itu dibangun.
“Penamaan Endel Park merupakan upaya menjaga identitas lokal agar pembangunan tetap memiliki akar sejarah dan nilai budaya masyarakat setempat,” jelasnya.
Pemerintah desa menargetkan pembangunan kawasan wisata ini rampung pada akhir 2025 dan mulai dibuka untuk umum pada Januari 2026. Ke depan, Endel Park diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai destinasi hiburan, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan pendapatan asli desa (PADes), penciptaan lapangan kerja, serta ruang tumbuh bagi pelaku UMKM lokal.
Melalui pengelolaan TKD yang produktif dan berorientasi jangka panjang, Endel Park diproyeksikan menjadi contoh pengembangan wisata desa yang berkelanjutan di Kabupaten Gresik.






