Gresik – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 Universitas Airlangga (UNAIR) resmi menuntaskan rangkaian pengabdian masyarakat di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada periode 6 Januari hingga 2 Februari 2026.
Selama hampir satu bulan, para mahasiswa mengimplementasikan berbagai program pengabdian berbasis empat pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan lingkungan, yang dirancang sesuai kebutuhan dan potensi desa.
Pada sektor pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, mahasiswa meluncurkan inovasi SI PEJO (Sistem Informasi Peta Sukorejo). Program ini berupa peta digital berbasis citra satelit yang disusun secara detail hingga tingkat RT, guna mempermudah pemetaan wilayah dan administrasi desa.
Selain itu, penguatan ekonomi warga dilakukan melalui program UMKM Melek Digital. Dalam program ini, mahasiswa mendampingi pelaku UMKM untuk membuat sistem pembayaran non-tunai QRIS melalui Gopay Merchant, serta membuka akun penjualan di platform Shopee, sehingga pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pasar dan beradaptasi dengan sistem transaksi digital.
Di bidang kesehatan, mahasiswa menggelar penyuluhan bertajuk “MPASI Tepat, Cegah Stunting” dengan menghadirkan tenaga medis profesional. Kegiatan ini sekaligus merespons isu kesehatan terkini dengan menyisipkan materi pencegahan Tuberkulosis (TBC), menyesuaikan dengan data risiko penyakit di wilayah setempat.
Sementara pada sektor pendidikan, mahasiswa menjalankan program “Pakar Cilik”, yang bertujuan memperkenalkan dasar logika matematis dan computational thinking sederhana kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Metode pembelajaran dikemas secara interaktif agar siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami proses berpikir dalam menyelesaikan masalah.
Tak hanya itu, mahasiswa BBK 7 UNAIR juga secara rutin mengadakan bimbingan belajar gratis bagi siswa kelas 1 hingga 3, dengan fokus pada penguatan literasi dan numerasi dasar.
Rangkaian kegiatan KKN ditutup dengan keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan sosial-keagamaan, termasuk pendampingan peringatan Isra Mi’raj di MI dan Masjid Jami’ Ash-Shobirin. Mahasiswa terlibat langsung sebagai pelaksana teknis hingga pembawa acara, sehingga terjalin kedekatan dengan masyarakat.
Kepala Desa Sukorejo, Fatkhur Rohman, mengapresiasi kontribusi mahasiswa BBK 7 UNAIR selama pelaksanaan KKN.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa BBK 7 UNAIR yang telah berkontribusi nyata bagi Desa Sukorejo. Program-program yang dijalankan sangat membantu masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi,” ujarnya.
Pemerintah Desa Sukorejo berharap kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, tenaga pendidik, dan pelaku UMKM ini dapat menjadi pijakan awal menuju desa yang lebih inklusif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.






