Gresik – Layanan pemeriksaan mata gratis yang digelar Komunitas Wartawan Grissee (KWG) mengungkap fakta mencolok terkait kesehatan penglihatan masyarakat. Berdasarkan hasil skrining yang dilakukan di Balai Wartawan Gresik, Senin (27/4/2026), seluruh peserta atau 100 persen terdiagnosis mengalami gangguan penglihatan.
Gangguan yang ditemukan cukup beragam, mulai dari kelainan refraksi seperti rabun dekat dan rabun jauh, hingga kasus katarak dan pterygium. Sebagai langkah penanganan awal, panitia membagikan kacamata baca gratis kepada peserta yang mengalami gangguan rabun dekat guna menunjang aktivitas sehari-hari.
Wakil Presiden Direktur Eyelink Group dari Klinik Mata KMU, Ahada Aqid Abdi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif sosial yang digagas insan pers tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan misi kemanusiaan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan edukasi terkait kesehatan mata. Ini selaras dengan berbagai aksi sosial yang rutin kami lakukan,” ujarnya.
Ahada menegaskan bahwa deteksi dini menjadi faktor krusial dalam mencegah gangguan penglihatan berkembang menjadi lebih serius.
“Dengan pemeriksaan sejak dini, keluhan pada mata bisa ditangani lebih cepat dan tepat, sehingga tidak mengganggu produktivitas masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KWG, Miftahul Arif, menyebutkan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2026.
“Melalui momentum ini, kami ingin insan pers hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat langsung, khususnya dalam aspek kesehatan yang sangat vital seperti penglihatan,” ungkapnya.
Kegiatan pemeriksaan mata ini merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial HPN 2026 yang diselenggarakan KWG. Selain layanan kesehatan mata, panitia juga menyediakan pemeriksaan kesehatan umum serta donor darah yang diikuti ratusan warga Gresik.






