Gresik – Hujan deras yang mengguyur wilayah Gresik dalam beberapa hari terakhir menyebabkan luapan air dari Kali Lamong dan Bengawan Solo. Akibatnya, sejumlah desa di beberapa kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 70 cm.
Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Gresik, banjir terjadi di Kecamatan Cerme, Menganti, Bungah, Dukun, dan Manyar.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik Driatmiko Herlambang mengatakan, Di Kecamatan Cerme, beberapa desa seperti Morowudi, Guranganyar, Dungus, Sukoanyar, dan Pandu mengalami genangan di jalan raya, permukiman, serta area persawahan dan tambak. Desa Morowudi menjadi salah satu yang paling terdampak dengan sekitar 70 rumah terendam banjir.
Di Kecamatan Bungah, Dusun Nongkokerep, Bungah, Kaliwot, Dukuh, dan Karangpoh juga terdampak banjir dengan ketinggian mencapai 70 cm. Beberapa fasilitas umum seperti masjid, sekolahan, dan pondok pesantren turut terendam.
“Banjir juga merendam sejumlah rumah dan jalan lingkungan di Kecamatan Dukun dan Manyar. Beberapa warga di Desa Sembayat, Manyar, bahkan membuat tanggul penahan air untuk mencegah banjir semakin meluas,” terangnya.

Miko menambahkan BPBD Kabupaten Gresik telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, BPBD Jawa Timur, serta pemerintah desa terdampak untuk melakukan langkah-langkah penanganan. Personel, peralatan, serta logistik telah dikerahkan ke lokasi banjir untuk membantu warga terdampak.
“kami sudah melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman juga dilakukan di beberapa titik dengan risiko tinggi. Tim gabungan terus melakukan monitoring dan pendataan di lokasi banjir guna memastikan keselamatan warga serta menyiapkan langkah-langkah penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Hingga laporan terakhir, ketinggian air di beberapa wilayah mengalami penurunan secara perlahan. Namun, BPBD tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah kondisi banjir.
Adapun data BPBD dari beberapa wilayah Kecamatan yang terdampak banjir luapan kali Lamong dan Bengawan Solo yakni :
Banjir luapan Kali Lamong :
Kecamatan Cerme :
- Desa Morowudi :
– Jalan Raya Morowudi tergenang ± 15 -30cm, sepanjang 400 M
– Jalan lingkungan Dusun Ngepungsari tergenang ± 15-30 cm, sepanjang 200 M
– Jalan lingkungan Dusun Morowudi Wetan tergenang ± 15-35 cm, sepanjang 300 M
– Jalan lingkungan Dusun Ngebret tergenang ± 10-30 cm, sepanjang 200 M
– Rumah tergenang 70 rumah, ketinggian 10-25 cm
– Sawah ± 50 Ha
– Tambak ± 50 Ha
– Ketinggian genangan ada penurunan
- Desa Guranganyar :
– Jalan Lingkungan tergenang 20 cm, sepanjang sekitar 100 M
– Rumah tergenang 4 rumah
3. Desa Dungus :
– Rumah tergenang 20, tinggi genangan 10 – 20 cm
– JPD tergenang 20 – 50 cm, sepanjang 500 M
– Jalan lingkungan tergenang 1 – 30 cm, sepanjang 300 meter.
– Fasum tergenang : Makam, TK & MI
– Sawah tergenang 40 Ha
– Ketinggian genangan ada penurunan
- Desa Sukoanyar :
– JPD Dusun Kedungjati Tergenang 20 – 40 cm
- Desa Pandu :
– Jalan Desa tergenang 20 – 45 cm sepanjang 80 M
– 30 Ha Tambak tergenang
– Makam Desa Pandu tergenang 120 cm
Ketinggian Banjir di Wilayah Kecamatan Cerme masih mengalami penurunan perlahan
Kecamatan Menganti :
- Desa Boboh :
– Jalan Raya tergenang 5 – 10 cm, sepanjang 50 M
Banjir luapan Bengawan Solo :
Kecamatan Bungah
- Desa Bungah :
Dusun. Nongkokerep
– 30 rumah terendam
– Fasum : 1 masjid muhajirin & 1 sekolahan mias
Dusun. Bungah
– 40 rumah terendam
– Fasum : 1 pondok qomaruddin
– Jln lingkungan tergenang 300m
Dusun kaliwot
– 40 rumah terendam
– Fasum : 1. Langgar/musholla
– Jln lingkungan 300m
Dusun. Dukuh
– 35 rumah terendam
– Jln lingkungan 250m
– Fasum : 1 sekolahan PAUD
Dusun. karangpoh
– 55 rumah Terendam
– Fasum : 1 langgar/musholla
– Jln lingkungan 500m
ketinggian Air sekitar 20cm – 70cm
- Desa Sukowati :
– 5 Rumah tergenang
– jalan lingkungan tergenang ketinggian 10-30 Cm
- Desa Mojopuro Wetan :
– 11 rumah tergenang 20 – 30 cm
– Jalan Lingkungan tergenang 15 – 30 cm
– Fasum tergenang : 1 Masjid
Kecamatan Dukun :
- Desa Madumulyorejo
– 8 rumah tegenang 20 – 30 cm
– Jalan Lingkungan tergenang 20 – 35 cm, sepanjang 100 M
- Desa Jrebeng :
– 7 rumah tergenang 10 – 20 cm
– Jalan Lingkungan tergenang 10 – 20 cm, sepanjang 100 M
Kecamatan Manyar :
- Desa Sembayat :
– 3 rumah di bantaran sungai tergenang 20 – 30 cm
– Jalan lingkungan tergenang 5 – 10 sm, warga membuat tanggul penahan air di jalan lingkungan.






