Freeport Libatkan 400 Relawan Bersihkan Pantai Kemukem, Angkut 1,6 Ton Sampah

Penanaman mangrove diikuti sekitar 250 peserta melalui kolaborasi antara karyawan PTFI, kontraktor, siswa Desa Karangrejo, BRUIN, Forkopimcam, kelompok konservasi mangrove, serta perangkat desa.
Penanaman mangrove diikuti sekitar 250 peserta melalui kolaborasi antara karyawan PTFI, kontraktor, siswa Desa Karangrejo, BRUIN, Forkopimcam, kelompok konservasi mangrove, serta perangkat desa.

Gresik – PT Freeport Indonesia (PTFI) menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan aksi nyata di kawasan pesisir Kabupaten Gresik. Bersama pemerintah daerah, masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, dan karyawan, perusahaan menggelar aksi bersih pantai yang berhasil mengangkut sekitar 1,6 ton sampah dari Pantai Kemukem, Desa Kramat.

Mengusung tema “Be the Solution, Not the Pollution: Recycle and Conserve”, kegiatan tersebut menjadi penegasan komitmen PTFI dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Sekitar 400 peserta terlibat dalam aksi bersih pantai yang dipusatkan di kawasan pesisir seluas kurang lebih 500 meter persegi. Pantai Kemukem dipilih karena merupakan bagian dari ekosistem mangrove yang memiliki nilai ekologis tinggi, namun kerap menjadi lokasi penumpukan sampah kiriman dari aliran sungai.

Seluruh sampah yang terkumpul dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah residu dikelola sesuai ketentuan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.

Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi, menegaskan bahwa keberhasilan operasional perusahaan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Bagi kami, komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian integral dari keberlanjutan operasional serta tanggung jawab kepada pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi rangkaian kegiatan tersebut karena dinilai memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

“Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan komitmen berkelanjutan dalam menjaga lingkungan. Mulai dari aksi bersih pantai hingga penanaman mangrove, langkah-langkah ini sangat menginspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik,” katanya.

Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung masyarakat pesisir. Afandi, seorang nelayan asal Desa Kramat, mengaku kondisi lingkungan di sekitar pantai mulai membaik sejak adanya program konservasi.

“Harapan kami program ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi lingkungan. Sekarang lingkungannya lebih bersih, pasir pantai mulai terlihat, dan insyaallah ikan-ikan kembali datang,” ujarnya.

Selain membersihkan pantai, PTFI juga menggelar penanaman mangrove di Desa Karangrejo dengan melibatkan sekitar 350 peserta dari berbagai unsur. Penanaman dilakukan menggunakan pendekatan silvofishery, yaitu konsep yang mengintegrasikan konservasi mangrove dengan budidaya tambak sehingga memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat pesisir.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari target penanaman 50 ribu bibit mangrove di kawasan konservasi yang dikelola perusahaan.

Rangkaian Hari Lingkungan Hidup 2026 juga diisi dengan Environmental Awareness Workshop, Student Exhibition, edukasi konservasi sungai berbasis Citizen Science, serta berbagai kegiatan internal perusahaan, seperti donor darah, program pemilahan sampah, Environmental Smart Quiz, seminar Lunch & Learn, hingga Monthly Contractor Meeting.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, PTFI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keberlanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan terpadu mulai dari pengelolaan sampah, rehabilitasi ekosistem pesisir, hingga edukasi lingkungan diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *