Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) resmi menggelar Pemilihan Pemuda Inspiratif 2025, sebuah ajang apresiasi dan pembinaan bagi generasi muda yang berlangsung pada 26–27 Mei 2025 di Hotel Horison Gresik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program 100 Hari Nawakarsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang bertujuan membentuk generasi muda tangguh, kreatif, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Plt. Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, secara langsung membuka acara tersebut dan menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan.
“Pemuda memiliki kekuatan besar untuk membawa perubahan. Gresik membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga peduli serta berani bertindak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan opini publik di media sosial, pemuda perlu didorong untuk tidak hanya aktif secara digital tetapi juga nyata dalam aksi sosial.
“Kritik itu penting sebagai bentuk kontrol sosial. Namun yang tak kalah penting adalah aksi. Kita ingin melahirkan pemuda yang tidak hanya vokal di ruang digital, tetapi juga konkret dalam kontribusinya di lapangan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Plt. Kepala Disparekrafbudpora, Nuri Mardiana, menyatakan bahwa ajang ini lebih dari sekadar seleksi. Ini adalah ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, serta kolaborasi lintas sektor.
“Kami ingin melahirkan pemuda yang berintegritas, inovatif, dan siap bersaing secara global. Ini bukan semata-mata tentang menjadi juara, tetapi tentang menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kontribusi nyata bagi Gresik,” ujarnya.
Puluhan pemuda berusia 18–30 tahun dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka menyampaikan karya, ide, serta aksi nyata yang mencerminkan kepedulian dan inovasi di bidang masing-masing.
Salah satu peserta, Bahrul Ulum (21), mahasiswa Teknik Industri asal Kecamatan Dukun, mempresentasikan gagasannya mengenai energi terbarukan di pedesaan.
“Saya ingin membentuk komunitas ‘Desa Pintar Energi’ yang menggabungkan potensi pemuda dan sektor industri untuk mengolah limbah menjadi energi terbarukan. Ini bisa menjadi langkah kecil menuju kemandirian energi dan ekonomi masyarakat desa,” jelasnya penuh semangat.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan seperti presentasi program, sesi penjurian, pembekalan, dan wawancara mendalam. Lima peserta terbaik akan dinobatkan sebagai Pemuda Inspiratif Kabupaten Gresik 2025, dan mendapatkan penghargaan serta kesempatan mengikuti program pengembangan lanjutan.
Sekedar informasi pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan akan berlangsung dalam acara penutupan resmi pada Selasa, 27 Mei 2025.






