Gresik – Desa Karangcangkring, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik menerima angin segar dalam upaya penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui program Teras Pangan B2SA Tahap II dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, TP PKK Karangcangkring serta Kelompok Wanita Tani (KWT) menerima bantuan hibah sektor pertanian hingga perikanan berupa ternak lele pada 3 Desember 2025.
Ketua TP PKK Desa Karangcangkring, Fenni Fuadiyah, menyampaikan bahwa program ini menjadi kelanjutan dari sejumlah program ketahanan pangan sebelumnya yang telah diterima desa, seperti hibah Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan bantuan hidroponik.
“TP PKK Karangcangkring bersama Kelompok Wanita Tani menerima bantuan tahap kedua program Teras Pangan B2SA dari Dispertan Provinsi Jatim. Sebelumnya kami juga mendapat hibah P2L pekarangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gresik pada Oktober-Januari lalu,” ungkapnya.
Adapun bantuan yang diberikan berupa bibit dan benih tanaman, benih ikan lele hingga alat penunjang perikanan. Rinciannya : 1 kg benih bawang merah, 3 pack benih bayam, 3 pack benih kangkung, 3 pack benih pakcoy, serta masing-masing 1 pack benih timun dan tomat.
Untuk bibit tanaman, disalurkan 10 bibit pepaya, 50 bibit terong, 50 bibit tomat, serta 50 batang bibit cabai.
Tidak hanya benih dan bibit, bantuan juga mencakup sarana dan prasarana pertanian berupa pupuk NPK mutiara 10 kilogram, pupuk organik 50 kilogram, sekam bakar 100 kilogram, tanah tanam satu meter kubik, kapur dolomit 50 kilogram, serta peralatan pertanian lengkap seperti cangkul dan alat pendukung lainnya.
Dalam program ini, Desa Karangcangkring juga menerima bantuan di sektor perikanan. Terdapat tiga kolam ikan terpal lengkap dengan 3.000 ekor benih lele yang siap dibudidayakan oleh warga. Kolam lele tersebut dikelola di lokasi terpisah dari lahan tanam sayuran.
“Kegiatan ini memang dalam rangka memperkuat ketahanan pangan. Di Karangcangkring mayoritas warganya bergerak di bidang pertanian dan tambak, sehingga program ini sangat sesuai dengan potensi desa,” jelas Fenni.
Dalam program B2SA, para peserta juga mendapatkan pendampingan langsung dari pembimbing Dispertan kecamatan Dukun. Pendampingan dilakukan sejak proses penanaman hingga pemeliharaan, agar program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Untuk penanamannya berada di area depan BUMDes, dekat SD Karangcangkring, serta di rumah benih yang telah disiapkan. Sebagian benih juga dibagikan kepada anggota untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing menggunakan polybag. Hasil panen di rumah benih rencananya nanti akan kita kelola dan bagikan kepada anak-anak yang mengalami stunting, sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi masyarakat,” jelasnya.
Fenni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, serta para pendamping dari kecamatan yang terus mendampingi hingga program selesai.
“Di Kabupaten Gresik yang menerima program B2SA antara lain Karangcangkring dan Cerme. Tentu kami sangat berterima kasih atas hal tersebut. Harapannya semoga program ini dapat berjalan dengan baik, membawa manfaat nyata bagi masyarakat, serta bisa terus berlanjut,” pungkasnya.






