HUT ke-81 RI, Freeport Indonesia Gelar Upacara Serentak di Enam Lokasi: “Dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama”

Keluarga besar PT Freeport Indonesia (PTFI) di Smelter PTFI, Gresik, melakukan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, (17/8). Pelaksanaan secara serentak ini menjadi simbol persatuan keluarga besar PTFI dari hulu hingga hilir dalam satu semangat One Freeport.
Keluarga besar PT Freeport Indonesia (PTFI) di Smelter PTFI, Gresik, melakukan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, (17/8). Pelaksanaan secara serentak ini menjadi simbol persatuan keluarga besar PTFI dari hulu hingga hilir dalam satu semangat One Freeport.

Tembagapura – Semangat persatuan dan kebangkitan mewarnai peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan PT Freeport Indonesia (PTFI). Keluarga besar PTFI menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih secara serentak di enam lokasi kerja yang tersebar di Papua Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

Dengan mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, PTFI membawa subtema “One Freeport: Dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama.”

Upacara dipimpin Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, sebagai inspektur upacara di lapangan sepak bola Tembagapura. Kegiatan tersebut diikuti jajaran manajemen dan karyawan dari Kuala Kencana, Kabupaten Mimika; Kantor Perwakilan PTFI di Nabire; Smelter PTFI dan PT Smelting di Kabupaten Gresik; serta Kantor PTFI di Jakarta.

Pelaksanaan upacara secara serentak menjadi simbol persatuan keluarga besar PTFI dari sektor hulu hingga hilir dalam satu semangat One Freeport.

Tony Wenas mengatakan, semangat “Bangkit Bersama” menjadi refleksi bagi PTFI di tengah proses pemulihan operasi tambang bawah tanah sekaligus tekad perusahaan untuk terus memberikan kontribusi bagi Indonesia.

“Freeport Indonesia harus mampu bangkit lebih kuat. Dengan semangat kebersamaan, ketangguhan, dan komitmen yang tidak pernah surut terhadap keselamatan, saya yakin kita akan mampu melewati masa ini dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik bagi perusahaan, para pekerja, masyarakat, pemangku kepentingan, bagi bangsa dan negara,” ujar Tony, Senin (17/8/2026).

Peringatan HUT RI tahun ini memiliki makna khusus bagi PTFI. Sejak mulai beroperasi pada 1973, perusahaan disebut tidak pernah absen menyelenggarakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih.

Memasuki tahun ke-53 penyelenggaraan, upacara tersebut kembali menjadi momentum untuk menegaskan persatuan, keberagaman, dan semangat gotong royong keluarga besar PTFI.

Tony menyebut PTFI kini memiliki lebih dari 30.000 karyawan yang berasal dari berbagai daerah, suku, agama, dan budaya di Indonesia.

Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang membuat keluarga besar PTFI tetap kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Keberagaman ini adalah kekuatan kita. Dengan berbagai suku bangsa dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas sampai Rote, walau diuji berkali-kali, atas pertolongan Tuhan, kita tidak tercerai berai, bahkan semakin erat bersatu, semakin kokoh sebagai satu keluarga besar, One Freeport,” katanya.

Di tengah proses pemulihan operasional, PTFI juga mencatat sejumlah target penting untuk menjaga keberlanjutan perusahaan sekaligus kontribusinya terhadap Indonesia.

Tony menyampaikan, kapasitas produksi PTFI diproyeksikan mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua 2026. Perusahaan menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas.

Kapasitas produksi kemudian diharapkan meningkat menjadi sekitar 75 persen pada pertengahan 2027 dan secara bertahap mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.

“Ke depan, kapasitas produksi diharapkan dapat meningkat hingga sekitar 75 persen pada pertengahan tahun 2027, dan secara bertahap mendekati kapasitas produksi penuh pada akhir tahun 2027,” ujar Tony.

Menurutnya, pemulihan operasi bukan hanya penting bagi keberlanjutan perusahaan, tetapi juga bagi keberlanjutan kontribusi PTFI kepada negara.

Sepanjang 2025, PTFI mencatat kontribusi kepada negara mencapai Rp75 triliun, termasuk sekitar Rp13 triliun yang menjadi bagian pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dan kabupaten lainnya di Papua Tengah.

Tony menyebut, apabila kapasitas produksi kembali mencapai 100 persen, kontribusi PTFI kepada negara diproyeksikan dapat mencapai lebih dari Rp100 triliun per tahun.

“Kontribusi tersebut mencerminkan komitmen kita yang tidak pernah surut untuk memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat, meskipun kita menghadapi berbagai tantangan,” katanya.

Semangat kebangkitan PTFI juga tidak terlepas dari nilai SINCERE yang menjadi landasan perusahaan dalam menjalankan kegiatan, yakni Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence.

Melalui semangat “One Freeport: Dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama”, PTFI menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun mendatang.

Tony menutup amanatnya dengan seruan yang menegaskan optimisme perusahaan untuk bangkit dari Papua dan terus berkontribusi bagi Indonesia.

“Di tengah semua ujian yang kita hadapi saat ini, dari Tembagapura saya sampaikan, dari Timur Indonesia, dari tanah Papua untuk Indonesia, Freeport Bangkit,” pungkas Tony.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *