Gresik – Program pembangunan infrastruktur yang bersumber dari dana Bantuan Keuangan (BK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Desa Sawo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, membawa dampak nyata bagi masyarakat. Sejumlah proyek yang dijalankan Pemerintah Desa (Pemdes) di berbagai titik kini telah memberikan manfaat langsung, terutama bagi para petani.
Keberhasilan ini tak lepas dari perencanaan matang dan pelaksanaan yang transparan. Pemdes Sawo memastikan setiap pembangunan dilaksanakan berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat. Hasilnya, akses transportasi warga hingga saluran pengairan menuju lahan pertanian kini semakin lancar dan nyaman.
Fatekur, salah satu petani Desa Sawo, mengungkapkan bahwa pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di RT 11 RW 06 menjadi infrastruktur yang paling dirasakan manfaatnya.
“Para petani sangat terbantu karena dengan adanya TPT, pengairan pertanian jadi lebih lancar. Kualitas bangunannya juga bagus dan kokoh,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa yang dinilai peduli terhadap kebutuhan warga, khususnya di sektor pertanian.
“Selain TPT, pembangunan pelebaran jembatan juga sangat membantu kami. Akses transportasi ke lahan lebih mudah, terutama saat panen. Kami bangga pemerintah desa memperhatikan kebutuhan petani,” tambahnya.
Kepala Desa Sawo, Karno, menjelaskan bahwa seluruh pembangunan infrastruktur dilakukan secara transparan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Bahkan, proyek tersebut telah melalui proses monitoring dan evaluasi (monev) dari pemerintah kabupaten.
“Setiap kegiatan kami laksanakan secara terbuka dan sesuai aturan. Semua sudah melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dari kabupaten,” kata Karno.
Ia menjelaskan, pembangunan TPT sungai di RT 11 RW 06 dilakukan karena kondisi sebelumnya sudah kritis. Dinding kanan-kiri sungai sempat jebol, yang mengakibatkan aliran air tersumbat dan mengancam area pertanian warga.
“Kalau dibiarkan, air bisa meluap dan membahayakan jalan pertanian. Karena itu kami bangun TPT sepanjang 121,5 meter. Meski sempat terjadi longsor saat proses pengerjaan, alhamdulillah kini sudah selesai dan manfaatnya langsung dirasakan,” ungkapnya.
Karno berharap pembangunan infrastruktur desa yang dijalankan dapat terus memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan warga.
“Semua pembangunan yang kami lakukan merupakan bentuk pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin Desa Sawo semakin sejahtera, ekonominya tumbuh, dan ketahanan pangan makin kuat,” pungkasnya.






