Gresik – Halaman Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Rabu (14/1/2026) pagi, dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Sejak dibuka, Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Gresik itu langsung diserbu masyarakat dari berbagai kalangan.
Warga datang silih berganti, mulai dari ibu rumah tangga, anak-anak, hingga para lansia yang sabar menunggu giliran di bawah tenda sederhana. Antusiasme meningkat ketika Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir meninjau langsung jalannya kegiatan.
Bupati Gresik memastikan pelaksanaan Pasar Murah berjalan tertib dan benar-benar menyasar kebutuhan masyarakat. Sementara itu, Gubernur Khofifah menyempatkan diri menyapa warga satu per satu serta membagikan telur kepada anak-anak dan beras kepada para lansia. Momen tersebut disambut senyum haru dan rasa syukur dari para penerima.
“Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadan. Biasanya kebutuhan logistik meningkat. Kalau permintaan tinggi sementara pasokan standar, harga pasti naik,” ujar Khofifah di sela kegiatan.
Menurutnya, Pasar Murah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus daya beli masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa di Jawa Timur, ketika demand tinggi, supply juga kuat. Dengan begitu, daya beli masyarakat tetap terjaga melalui pasar-pasar murah seperti ini,” jelasnya.
Seluruh komoditas yang dijual dalam Pasar Murah tersebut dipastikan berada jauh di bawah harga pasar. Daging ayam ras yang di pasaran mencapai sekitar Rp39.000 per kilogram, dijual Rp30.000. Telur ayam ras dari harga pasar Rp29.000, dilepas Rp22.000 per pack. Beras SPHP yang biasa dijual Rp13.500 per kilogram, ditawarkan Rp11.000, sementara gula pasir yang HET-nya Rp17.800 dijual Rp14.000 per kilogram.
“Ini adalah bentuk konkret kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat,” tegas Khofifah.
Tingginya animo warga membuat sejumlah komoditas ludes terjual dalam waktu singkat. Gula pasir, Minyakita, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, hingga daging ayam ras habis diserbu pembeli. Dari stok beras SPHP sebanyak 4 ton, tercatat sekitar 1 ton terjual hanya dalam beberapa jam.
Berdasarkan data panitia, Pasar Murah di Balai Desa Banjarsari mencatat total nilai transaksi mencapai Rp39.127.000. Dari jumlah tersebut, transaksi komoditas bahan pokok menyumbang Rp32.944.000, sementara produk Industri Kecil Menengah (IKM) mencapai Rp6.183.000.
Pasar Murah ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan potensi lonjakan harga menjelang Ramadan.






