Pemdes Kemangi Gencarkan Grebek Rembuk Stunting, Targetkan Zero Stunting di Desa

Rembug Stunting yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa kemangi, Kecamatan Bungah.
Rembug Stunting yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa kemangi, Kecamatan Bungah.

Gresik – Pemerintah Desa (Pemdes) Kemangi, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, terus menggencarkan upaya pencegahan stunting demi mencetak generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah menggelar Grebek Rembuk Stunting dengan menggandeng lintas sektoral.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kemangi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Penggerak PKK, hingga Karang Taruna.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan zero stunting. Dengan langkah komprehensif dan kolaboratif, kami optimis bisa mencetak generasi masa depan yang bebas dari stunting,” tegas Kepala Desa Kemangi, H. Akhmad Yusuf.

Ia menegaskan bahwa Pemdes Kemangi berkomitmen mendukung penuh program-program kesehatan dan gizi masyarakat, serta mengapresiasi semangat gotong royong warga yang turut ambil bagian dalam ikhtiar ini.

Dukungan juga datang dari Pendamping Lokal Desa (PLD) Juma’in. Ia mengapresiasi kekompakan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah desa dalam mewujudkan target zero stunting. “Desa Kemangi bisa menjadi inspirasi bagi desa lain dalam penanganan stunting,” ujarnya.

Senada, Neneng Soraya selaku Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kecamatan Bungah juga mendukung penuh upaya ini. Menurutnya, rembuk stunting merupakan momentum penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di tingkat desa.

“Zero stunting bukan sekadar menghapus angka, tapi bentuk komitmen untuk membangun generasi masa depan yang sehat dan cerdas,” jelas Neneng.

Dalam forum tersebut, Neneng juga memaparkan poin-poin penting dalam penanganan stunting, di antaranya:

  1. Edukasi dan Penyuluhan – Pentingnya pemahaman tentang stunting bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat umum.

  2. Peningkatan Akses Gizi – Perluasan akses terhadap makanan bergizi dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

  3. Kolaborasi Semua Pihak – Peran aktif masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait sangat penting.

  4. Pemantauan dan Evaluasi – Perlunya pengawasan berkelanjutan terhadap program-program yang sudah dijalankan.

Rembuk Stunting di Desa Kemangi menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya gizi dan kesehatan anak sejak dini. Diharapkan, semangat ini bisa menular ke desa-desa lain di Kabupaten Gresik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *