PGRI Gresik Jalin Sinergi dengan Kejari untuk Perkuat Perlindungan Hukum Guru

audiensi dan silaturahmi yang dilakukan jajaran pengurus PGRI Kabupaten Gresik ke Kejaksaan Negeri Gresik, pada Senin (13/4/2026).
audiensi dan silaturahmi yang dilakukan jajaran pengurus PGRI Kabupaten Gresik ke Kejaksaan Negeri Gresik, pada Senin (13/4/2026).

Gresik – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan hak dan perlindungan hukum bagi para pendidik.

Momentum tersebut terlihat dalam kegiatan audiensi dan silaturahmi yang dilakukan jajaran pengurus PGRI Kabupaten Gresik ke Kejaksaan Negeri Gresik, pada Senin (13/4/2026).

Audiensi ini dipimpin langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Gresik, Beri Avita Prasetiya, bersama pengurus harian serta perwakilan ketua cabang dari wilayah Gresik, Kebomas, Manyar, Duduksampeyan, dan Cerme.

Dalam keterangannya, Beri Avita Prasetiya menyampaikan bahwa PGRI sebagai organisasi besar yang menaungi sekitar 8.000 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, memiliki tanggung jawab untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum.

“Terutama dengan aparat penegak hukum, agar guru-guru anggota PGRI Kabupaten Gresik merasa aman, tenang, dan nyaman dalam menjalankan tugas profesinya sebagai pendidik,” ujarnya.

Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Kejaksaan Negeri Gresik, Zam Zam Ikhwan, yang menerima langsung rombongan PGRI bersama jajaran bidang intelijen.

Dalam kesempatan itu, Kajari Gresik menyampaikan apresiasinya atas inisiatif PGRI serta menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalin sinergi dan kolaborasi ke depan.

“Kami siap menjalin kerja sama melalui berbagai program, seperti Jaksa Masuk Sekolah (JMS), penyuluhan hukum bagi guru, serta kegiatan lain agar para pendidik memahami hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” tegasnya.

Menurutnya, pemahaman hukum menjadi hal penting agar para guru dapat menjalankan tugasnya dengan lebih percaya diri serta terhindar dari potensi permasalahan hukum.

“Intinya, kami mendukung penuh langkah PGRI Gresik dalam menciptakan rasa aman bagi para pendidik, sehingga mereka dapat fokus menjalankan tugas mulianya,” pungkasnya.

Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara PGRI dan Kejari Gresik dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, profesional, dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *