Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi kelompok rentan serta mendorong ketahanan ekonomi masyarakat melalui pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir, baik di sektor pertanian maupun perikanan.
Bertempat di Balai Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Plt Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan bantuan benih dan pupuk kepada para petani yang mengalami gagal panen (puso) akibat banjir. Bantuan disalurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Gresik berupa 2.050 kg benih padi inbrida dan 8.200 kg pupuk NPK untuk memulihkan lahan terdampak seluas 82 hektare di Kecamatan Cerme dan Bungah. Setiap petani mendapatkan alokasi 25 kg benih dan 100 kg pupuk per hektare.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Alif menegaskan bahwa fenomena perubahan iklim telah berdampak nyata terhadap ekosistem pertanian, termasuk di Gresik.
“Bantuan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah agar para petani dapat segera kembali menanam dan pulih dari kerugian akibat puso,” ujarnya.
Pemkab Gresik juga terus melakukan pendampingan sejak awal musim tanam, mulai dari kemudahan akses pupuk, pembinaan teknis, hingga fasilitasi pemasaran hasil panen. Pendekatan hilir ini mencakup dorongan terhadap hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah.
Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan terpisah di Desa Kemudi, Kecamatan Duduksampeyan. Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Gresik menyerahkan bantuan peralatan produksi senilai Rp174 juta kepada pelaku UMKM pengolahan hasil laut. Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “PLN Peduli”.
“Ini bukti nyata sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat desa. Semangat Nawakarsa Bela Beli Bagi menjadi pijakan kita: bela pelaku usaha kecil, beli produk lokal, dan bagi manfaatnya untuk kesejahteraan bersama,” ujar Plt Bupati.
Desa Kemudi dikenal sebagai desa pesisir dengan luas tambak lebih dari 850 hektare dan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Produk-produk unggulan desa ini seperti kerupuk ikan, otak-otak bandeng, terasi, hingga abon dan bonggolan kini mulai menembus pasar lebih luas.
Siti Mahbubah, salah satu pelaku UMKM penerima bantuan, menyambut baik dukungan ini.
“Bantuan ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi. Terima kasih kepada PLN dan Pemkab Gresik,” ucapnya.
Kepala Desa Kemudi, Mochammad Lazin, turut mengapresiasi kepedulian pemerintah daerah dan berharap pembinaan semacam ini terus berkelanjutan.
“Ini menjadi motivasi besar bagi masyarakat untuk terus berkarya dan berinovasi,” ujarnya.
Tak hanya dari sisi ekonomi, Pemkab Gresik juga memperkuat aspek ketahanan terhadap bencana dalam pembangunan sektor pangan. Fokus utama diarahkan pada penanganan banjir Kali Lamong yang kerap merusak lahan pertanian. Saat ini, sejumlah proyek seperti pembangunan tanggul, embung, dan waduk tengah dilakukan sebagai solusi jangka panjang.
Melalui langkah-langkah ini, Pemkab Gresik berharap dapat mewujudkan pertanian dan perikanan yang tangguh serta berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis potensi lokal.






