Gresik – Pemerintah Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, bersama masyarakat dari lima RW menggelar tradisi Sedekah Bumi, Minggu (25/10/2026). Kegiatan tahunan ini menjadi wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi sekaligus momentum mempererat kerukunan dan kebersamaan warga.
Rangkaian acara diawali dengan kirab gunungan hasil bumi yang berkeliling desa. Kirab tersebut diikuti perangkat desa serta perwakilan masyarakat dari masing-masing RT dan lima RW.
Suasana semakin meriah dengan kehadiran parade Sound Nusantara. Sejumlah truk yang dilengkapi perangkat tata suara berkeliling bersama para penari, menambah semarak perayaan tradisi Sedekah Bumi Desa Betiting tahun ini.
Tak hanya kirab dan parade, masyarakat juga disuguhkan pertunjukan seni budaya tradisional. Pada Minggu malam, lapangan Desa Betiting disulap menjadi panggung pergelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Cokro Ningrat yang dibawakan dalang Ki Budi Prayitno.
Kepala Desa Betiting, Musoli, mengatakan rangkaian tasyakuran Sedekah Bumi sebenarnya telah dimulai sejak Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan diawali dengan Khotmil Quran, dilanjutkan pengecekan atau cek sound Nusantara, kemudian tasyakuran desa dan ceramah agama.
“Seluruh rangkaian acara Sedekah Bumi ditutup dengan Majelis Dzikir dan Maulid Durrasul, yang diselenggarakan Senin (26/10/2026),” kata Musoli.
Ia berharap, seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat kekompakan dan keguyuban masyarakat Desa Betiting.
Musoli juga berharap tradisi Sedekah Bumi tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi turut membawa keberkahan, kemajuan, serta meningkatkan kesejahteraan seluruh warga.
“Harapannya, melalui kegiatan ini masyarakat semakin kompak dan guyub, serta Desa Betiting semakin maju, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya.






