Gresik – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik berkomitmen untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat dengan menyediakan beasiswa melalui jalur Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.
Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Kurdi, usai menerima keluhan yang dirasakan oleh mahasiswa asal Kecamatan Ujungpangkah dan Sidayu yang tengah menempuh pendidikan di Kota Surabaya.
Banyak diantara mereka merasa kesulitan mengakses beasiswa dari pemerintah sebab tidak memiliki tidak Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sementara biaya pendidikan saat ini kian mahal.
“Beasiswa dari jalur pokok pikiran (pokir) dewan bisa saja dilakukan, dengan skema kurang mampu, prestasi, serta tahfiz,” ungkapnya, Rabu (26/2/2025).
Ia menjelaskan bahwa skema beasiswa ini akan mencakup tiga kategori utama. Pertama, jalur kurang mampu yang diprioritaskan bagi mahasiswa yang orang tuanya terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Kedua jalur prestasi, yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki sertifikat akademik atau non-akademik. Ketiga, jalur tahfidz yang diberikan kepada mahasiswa penghafal Al-Qur’an.
“Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk merealisasikan program tersebut. Sebab beasiswa ini sangat dibutuhkan, terutama untuk mahasiswa rantau,” tuturnya.
Menurutnya, program beasiswa ini akan memberikan bantuan yang signifikan bagi mahasiswa asal Gresik. Sementara besaran bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, terutama dalam membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya hidup selama menempuh pendidikan.
“Setiap mahasiswa bisa mengajukan beasiswa hingga Rp15 juta per orang,” ungkapnya.
Tidak hanya mahasiswa yang kuliah di Surabaya, Kurdi juga berencana menyambangi mahasiswa rantau asal Gresik yang menempuh pendidikan di berbagai kota.
Namun, pada tahap awal program ini akan difokuskan terlebih dahulu bagi mahasiswa dari Kecamatan Sidayu dan Ujungpangkah.
“Program ini diharapkan dapat membantu mahasiswa yang berprestasi, maupun mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya,” pungkasnya.






