Gresik – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu di komplek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik, Kamis (2/7/2024). Peresmian tersebut menjadi langkah awal dalam upaya peningkatan pelayanan bagi pasien kanker di Indonesia.
Kanker menjadi salah satu dari lima penyakit tidak menular namun paling berbahaya dan menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia. Diantaranya : jantung, stroke, diabetes, ginjal, dan kanker.
Berdasarkan data kematian di RSUD Ibnu Sina Tahun 2023, sebanyak 75,81 persen kasus tersebut diakibatkan penyakit tidak menular. Sedangkan kanker sendiri mencapai 1.386 atau 0,6 persen kunjungan pasien.
Acara dimulai dengan pemberian santunan kepada anak yatim, kemudian sambutan dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serta Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik dr Sony. Launching peresmian dengan penekanan tombol sirine, dilanjutkan pemotongan pita kendaraan operasional berupa ambulance hingga peninjauan gedung baru.
Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik, dr Sony menyampaikan ribuan kasus terssbut merupakan angka yang baru ditemukan. Karena selama ini RSUD Ibnu Sina belum memiliki layanan kanker kemoterapi dan radioterapi, para pasien hanya bisa mendapat rujukkan.
“Kasus yang kita rujuk ini kita rujuk ke Surabaya dan antriannya kurang lebih 6 bulan. Tentunya sangat lama sekali bagi para pasien yang membutuhkan penanganan cepat. Dengan peresmian ini semoga bisa memberi dampak positif. SDM kita sudah siap, alat-alat kita juga sudah lengkap,” ungkapnya.
Alat radioterapi berupa CT Simulator dan Linear Acceleration tersebut berasal dari DAK senilai Rp 50 miliar. Pembangunan Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu merupakan proyek strategis pemerintah yang diambil dari anggaran BLD RSUD Ibnu Sina.
“Sudah saatnya kita memiliki layanan unggulan yang belum bisa diampu oleh Rumah Sakit di wilayan regional, Lamongan Tuban dan Bojonegoro. Maka dengan pembagunan yang saat ini selesai, semoga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapnkan pelayanan kanker yang saat ini diresmikan akan sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat di wilayah Pantura.
Pembangunan pelayanan kanker terpadu ini meski membutuhkan anggaran yang tidak sedikit namun merupakan wujud komitmen, kepedulian, serta perhatian yang besar untuk masyarakat Gresik terutama dalam hal pemenuhan pelayanan kesehatan.
“Sinergitas antara Pemerintah Daerah, Kemenkes dan Direksi Ibnu Sina dalam pelayanan pengobatan penyakit kanker ini semoga bisa memberikan hasil yang besar. Maka dengan pembagunan yang saat ini sudah selesai dan tinggal menunggu penerbitan izin bisa terlaksana denga baik. Kemudian dilanjukan dengan kemudahan proses dengan BPJS dalam mewujudkan UHC,” ucapnya.
RSUD Ibnu Sina juga ditetapkan sebagai jejaring layanan kanker oleh Kemenkes Nomor HK 01.07/14/1337/2023. Sehingga bisa membantu rujukan di wilayah Pantura.
Diketahui, hanya ada 2 daerah di Jawa yang mendapatkan bantuan berupa alat Radioterapi dari Kemenkes yaitu Solo dan Gresik.
“Kita tidak berharap ada yang sakit, jadi kami juga mengajak masyarakat untuk perubahan perilaku hidup sehat. Kami butuh dukungan semua pihak dalam melakukan perubahan perilaku. Tujuannya agar angka kematian akibat kanker bisa menurun,” pungkasnya.












