Gresik – Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama tampak nyata di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Rabu (18/3/2026) sore hingga malam. Ribuan masyarakat antusias menyaksikan Pawai Ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Perayaan tahun ini terasa istimewa karena berdekatan dengan momentum Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada 20–21 Maret 2026. Kedekatan dua hari besar ini menjadi cerminan harmoni di tengah keberagaman, di mana masyarakat saling menghormati, khususnya dalam menjaga suasana hening Nyepi di tengah persiapan Lebaran.
Sekitar 1.000 peserta terlibat dalam kegiatan yang digelar serentak di empat pura, yakni Pura Jagad Dumadi di Desa Laban, Pura Jagad Giri Natha di Desa Beton, serta Pura Kerta Bumi dan Pura Kerta Buana di Desa Pengalangan. Sebanyak 25 ogoh-ogoh diarak keliling desa sebagai simbol menetralisir kekuatan negatif sebelum memasuki masa penyepian.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution turut memantau langsung jalannya kegiatan bersama jajaran Polres dan Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman. Kehadiran aparat menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.
Dalam apel persiapan, Kapolsek Menganti menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam pengamanan. Personel ditempatkan di titik-titik strategis guna mengantisipasi kemacetan maupun potensi gangguan keamanan.
Pawai dimulai sekitar pukul 18.40 WIB. Di Desa Laban, arak-arakan dari Pura Jagad Dumadi menampilkan 12 ogoh-ogoh yang memadati jalan raya sebelum kembali ke pura untuk prosesi pembakaran.
Kemeriahan serupa juga berlangsung di Desa Beton dan Pengalangan dengan pengamanan ketat dari personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Linmas, serta Pecalang.
Sekitar pukul 21.05 WIB, seluruh ogoh-ogoh dibakar sebagai simbol pemusnahan sifat buruk manusia. Prosesi ini menandai kesiapan umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian pada keesokan harinya.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah Kecamatan Menganti terpantau aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan ini menjadi bukti sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, suasana toleransi yang terjaga menjadi kunci utama terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.






