Gresik – Pemerintah Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik menggelar wisuda lintas generasi yang melibatkan balita, orang tua, hingga lanjut usia (lansia) di Balai Desa Pongangan, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini menjadi simbol komitmen desa dalam membangun sumber daya manusia secara berkelanjutan melalui penguatan ketahanan keluarga dari berbagai kelompok usia.
Sebanyak 24 peserta Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) BKB Emas, 46 balita penerima sertifikat Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), serta 47 peserta Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Standar 3 mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung penuh kebanggaan dan kebersamaan.
Ketua TP PKK Desa Pongangan sekaligus Kepala Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), Ikhtisholiyah, menjelaskan bahwa program-program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas keluarga dan kesehatan masyarakat sejak usia dini hingga lanjut usia.
“SOTH BKB Emas merupakan program kolaborasi antara BKKBN dan TP PKK yang bertujuan membekali orang tua dengan keterampilan fisik, mental, dan emosional agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal serta mencegah stunting,” ujarnya.
Selain itu, program Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) juga terus didorong guna meningkatkan kesadaran para orang tua untuk memastikan anak-anak memperoleh hak kesehatan sejak dini melalui imunisasi sesuai jadwal.
Sementara itu, Kepala Desa Pongangan, Aang Chunaifi, menyampaikan bahwa Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang berjalan sejak 2022 kini telah berkembang menjadi percontohan bagi program serupa di Kabupaten Gresik.
“Selantang Desa Pongangan saat ini menjadi pilot project sekolah lansia di Kabupaten Gresik. Bahkan baru-baru ini mendapat penghargaan dari Bupati Gresik sebagai inisiator Selantang tingkat kabupaten,” kata Aang.
Menurutnya, gagasan pembentukan Selantang lahir dari pengalaman pahit saat pandemi Covid-19. Ketika itu banyak warga lanjut usia, khususnya di kawasan Perumahan Pongangan Indah (PPI), meninggal dunia akibat terpapar virus.
“Dari situ muncul pemikiran bagaimana para lansia tetap sehat, aktif, dan memiliki ruang untuk terus belajar serta berinteraksi. Akhirnya lahirlah Selantang yang hingga kini terus berkembang,” ungkapnya.
Aang menegaskan bahwa Selantang bukan sekolah formal yang identik dengan tugas dan ujian. Program ini lebih mengedepankan pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.
“Tidak ada pekerjaan rumah atau ujian yang menegangkan. Yang ada adalah semangat belajar, menjaga kesehatan, memperluas wawasan, dan tetap produktif di usia senja,” tambahnya.
Ketua TP PKK Kecamatan Manyar, Kumala Wulandari Susilo, memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Desa Pongangan. Menurutnya, keberadaan program yang menyentuh seluruh kelompok usia menunjukkan keseriusan desa dalam membangun masyarakat yang berkualitas.
“Desa Pongangan berhasil menghadirkan program pemberdayaan yang lengkap mulai dari anak-anak, orang tua hingga lansia. Ini menjadi contoh baik bagi desa-desa lain di Kabupaten Gresik,” tuturnya.
Melalui wisuda lintas generasi ini, Desa Pongangan menegaskan bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia. Dari balita yang mulai tumbuh sehat, orang tua yang terus meningkatkan kapasitas pengasuhan, hingga lansia yang tetap aktif dan produktif, seluruhnya menjadi bagian dari upaya mewujudkan keluarga tangguh dan masyarakat yang berkualitas.






