Gresik – Balai Desa Wadeng tampak semarak. Ratusan peserta dengan seragam warna-warni memadati halaman, bersiap memulai langkah panjang menuju Alun-Alun Sidayu, Sabtu (9/8/2025) pagi. Sebanyak 221 regu ambil bagian dalam gerak jalan Wadeng–Sidayu, memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus mengenang sejarah heroik perjuangan warga Sidayu yang pernah mengusir pasukan Belanda di Gladak I.
Barisan kehormatan dari Tim Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Sidayu dilepas secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rahman, didampingi Asisten I Setda Gresik, Suprapto. Dalam sambutannya, Sekda Washil mengingatkan para peserta untuk menjaga stamina dan keselamatan selama perjalanan.
“Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi momentum mengenang perjuangan para pendahulu yang telah berkorban demi kemerdekaan,” ujarnya.
Camat Sidayu, Suwartono, menyampaikan bahwa jumlah peserta tahun ini meningkat tajam dari 180 regu pada 2024 menjadi 221 regu. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kepolisian, TNI, serta dukungan berbagai organisasi masyarakat.
Ketua Panitia, Suudin, menekankan bahwa rute yang ditempuh bukan sembarang jalur. Jalan Daendels yang dilalui para peserta adalah saksi bisu perjuangan, menghubungkan Desa Wadeng dengan Alun-Alun Sidayu tempat bersejarah bagi kemenangan warga atas pasukan kolonial.
Peserta berasal dari berbagai kalangan: pelajar SD hingga SMA, organisasi keagamaan, perangkat pemerintahan desa, hingga ormas seperti Pemuda Muhammadiyah, Ansor Banser, dan Fatayat. Sepanjang perjalanan, mereka membawa bendera, mengenakan atribut khas, dan melantunkan yel-yel penuh semangat kemerdekaan.
Langkah demi langkah, gerak jalan ini menjadi lebih dari sekadar lomba fisik. Ia adalah napak tilas yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, menghidupkan kembali kisah keberanian yang menjadi bagian dari identitas Sidayu.






