Jakarta – PT Semen Gresik, anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), berhasil membawa perubahan signifikan di Desa Ngampel, Blora, Jawa Tengah, melalui program pemberdayaan perempuan bertajuk Bumi Kartini (Buah Manis Karya Wanita Tani). Program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga membantu menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik ekonomi sirkular.
Diluncurkan pada 2021, Program Bumi Kartini menyasar perempuan desa dengan tiga kegiatan utama: urban farming di pekarangan rumah, pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik dan biourin, serta pendirian bank sampah yang dikelola bersama BUMDes dan PKK.
“Dulu pekarangan gersang, pupuk pun sulit. Kini berkat bantuan dari PT Semen Gresik, pekarangan kami jadi produktif. Bahkan, hasil panen bisa dijual dan menambah pendapatan keluarga,” ujar Nikmatus Zahroatin, Ketua PKK sekaligus Koordinator Bumi Kartini Desa Ngampel.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah ternak. Warga yang sebelumnya membuang kotoran sapi ke Anak Sungai Lusi yang menjadi sumber air utama masyarakat kini mengolahnya menjadi pupuk dan biourin yang ramah lingkungan. Hasilnya, air sungai menjadi lebih bersih, dan warga memperoleh nilai ekonomi tambahan.
Selain itu, bank sampah desa mengelola sampah anorganik untuk dijadikan bahan bakar alternatif produksi semen, menciptakan ekosistem pengelolaan limbah yang menyeluruh.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyebut bahwa program Bumi Kartini adalah bagian dari komitmen SIG dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular dan tanggung jawab sosial lingkungan di wilayah operasional.
“Bumi Kartini hadir sebagai solusi berkelanjutan untuk masalah sosial dan lingkungan. Kami percaya, pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal mampu menciptakan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Capaian Program Bumi Kartini:
-
Anggota aktif: 879 perempuan
-
Hasil panen: Rata-rata 1.405 kg/bulan dari 9,3 hektare pekarangan warga
-
Jenis sayuran: Kembang kol, kubis, terong, markisa, kangkung, wortel, pakcoy, pare, dll
-
Produk turunan: Selai terong, keripik pare, sirup markisa
-
Penghematan per keluarga:
-
Biaya belanja sayur: Rp13,1 juta/tahun
-
Biaya pupuk: Rp4,3 juta/tahun
-
-
Peningkatan pendapatan:
-
Anggota kelompok: Rp6,48 juta/tahun
-
Peternak: Rp4,8 juta/tahun
-
-
Dampak lingkungan:
-
Penurunan limbah kotoran sapi: 98,2 ton/tahun
-
Pengurangan emisi metana: 1,64 ton CO₂ eq/tahun
-
Program Bumi Kartini kini menjadi contoh praktik baik yang mengintegrasikan solusi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. SIG berkomitmen terus memperluas dampak program ini ke wilayah-wilayah lain di sekitar area operasionalnya.






