Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat komitmennya terhadap penggunaan produk dalam negeri melalui peningkatan belanja suku cadang lokal yang mencapai Rp809 miliar sepanjang tahun 2025. Nilai tersebut meningkat 2,79 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp787 miliar, bahkan melonjak 164,3 persen dibandingkan baseline tahun 2020 yang tercatat Rp306 miliar.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi SIG dalam memperkuat rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di tengah tekanan industri bahan bangunan yang semakin kompetitif.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa peningkatan penggunaan produk dalam negeri bukan sekadar bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis berkelanjutan perusahaan.
“Untuk mendukung peningkatan TKDN secara berkelanjutan, SIG secara aktif melakukan pengembangan komponen suku cadang melalui kegiatan Research and Development (R&D) bersama mitra industri dan pelaku UKM, guna meningkatkan kapasitas produksi, inovasi teknologi, serta daya saing produk dalam negeri,” ujar Vita Mahreyni.
Menurutnya, implementasi sustainable procurement yang dijalankan SIG diarahkan untuk memperkuat pemasok domestik sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan. Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari transformasi berbasis ESG (Environmental, Social, Governance) yang mendorong penciptaan nilai ekonomi berkelanjutan.
Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia, SIG mengintegrasikan penggunaan produk dalam negeri mulai dari pengadaan bahan baku, suku cadang, hingga jasa penunjang industri. Strategi ini dinilai mampu memperkuat fundamental bisnis melalui efisiensi biaya dan optimalisasi rantai pasok berbasis sumber daya lokal.
Komitmen tersebut tercermin dari total realisasi belanja produk dalam negeri (PDN) SIG pada 2025 yang mencapai Rp21,79 triliun atau setara 93,47 persen dari total belanja barang dan jasa sebesar Rp23,32 triliun.
“Capaian ini merupakan bentuk kontribusi SIG dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah situasi global yang menantang,” tambah Vita.
SIG juga terus memperkuat daya saing produk lokal melalui berbagai inovasi, termasuk pengembangan semen rendah karbon yang memanfaatkan bahan baku domestik serta mendukung efisiensi energi dan penurunan emisi.
“Keberlanjutan dan efisiensi menjadi fondasi utama operasional perusahaan. Kami memastikan setiap proses bisnis tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan industri nasional dan keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.
Ke depan, SIG akan terus memperluas kolaborasi dengan pelaku industri domestik guna membangun rantai pasok nasional yang lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing global.






